Dedi Mulyadi: Ekspor Jalan, Penyelundupan Benih Lobster Jalan Juga

Kompas.com - 15/07/2020, 11:27 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan, teori tentang legalisasi ekspor benih lobster akan menghentikan penyelundupan ternyata tidak terbukti.

Penyelundupan sumber daya laut itu tetap berjalan sebagaimana ia sering peringatkan.

"Ini kok ekspor jalan, penyelundupan benih lobster tetap jalan juga. Artinya bahwa teori tentang legalisasi eskpor benih untuk menyetop penyelundupan tak terbukti," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Rabu (15/7/2020).

Pernyataan Dedi itu menyusul berita penggagalan penyelundupan 73.200 benih lobster di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Upaya penyelundupan itu digagalkan oleh Bareskrim Polri pada 5 Juni 2020 lalu. 

"Saya tahu psikologi dan karakter oknum pelaku usaha di kita. Diketatin aja masih bisa curang-curangan, apalagi dibebasin," kata mantan bupati Purwakarta itu.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Penyeleweng Ekspor Lobster, 73.200 Ekor Benih Disita

Menurut Dedi, pengetatan penangkapan benih lobster itu bukan pelarangan. Pengetatan itu hanya untuk menekan angka pelanggaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, kalau dibuka ruangnya, orang-orang yang tak punya nasionalisme dan perasaan serta serakah, ketika diberi ruang, maka atas nama legalisasi itu akan mengangkut semuanya.

Oleh karena itu, sebagai meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan segera mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang kontra produktif terhadap upaya melindungi sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Apakah itu artinya bahwa kebijakan pembebasan ekspor benih lobster harus direvisi ulang? 

"Kalau saya sih menyampaikan itu. Kalimatnya kan sudah evaluasi berbagai kebijakan yang akan mengganggu visi kita tentang menjaga sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Nanti kan polanya kalau sekarang dihabiskan, ya bukan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Masalah Lobster Itu Bukan soal Mantan yang Kecewa, tetapi...

Menurutnya, Indonesia harus belajar dari kondisi sumber daya alam di darat. Ia menilai, sumber daya darat Indonesia semakin tipis, termasuk hutan kian menipis.

"Masa laut pun akan kita bikin tipis juga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.