Dedi Mulyadi: Masalah Lobster Itu Bukan soal Mantan yang Kecewa, tetapi...

Kompas.com - 10/07/2020, 05:30 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai, masalah lobster itu adalah urusan aset bangsa dan untuk kepentingan anak cucu. Jika bibit lobster diekspor ke Vietnam yang dianggap pesaing utama, maka Indonesia lama-lama akan kehilangan sumber daya alam laut.

"Masalah lobster itu bukan soal mantan yang kecewa, tapi urusan kita bersama. Demi kepentingan anak cucu kita," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Kamis (9/7/2020) malam.

Mantan yang dimaksud Dedi adalah Susi Pudjiastuti, bekas Menteri Kelautan dan Perikanan, yang menolak keras ekspor bibit lobster karena bisa mengganggu ekosistem laut.

Bahkan, saat menjadi menteri KKP, Susi mengeluarkan peraturan menteri tentang pelarangan ekspor bibit lobster yang kemudian aturan itu direvisi oleh menteri KKP saat ini, Edhy Prabowo, dengan terbitnya Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Aturan baru tersebut diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Mei 2020.

Baca juga: Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benih Lobster, ICW: Bentuk Nepotisme

Dedi menilai, alasan bahwa ekspor bibit lobster ke Vietnam untuk menghentikan penyelundupan dan bibit lobster melimpah adalah tidak masuk akal.

Menurut dia, Vietnam itu merupakan kompetitor Indonesia sebagai eksportir hasil tangkapan ikan laut, termasuk di dalamnya lobster.

Sementara Vietnam lebih kompetitif dari sisi kemampuan pengelolaan teknologi budidaya lobster. Lalu jaraknya sangat dekat dengan Indonesia. Namun, kelemahan mereka adalah tidak memiliki bibit lobster memadai, lalu Indonesia mengirimnya.

"Pertanyaannya adalah logika apa yang digunakan ketika seorang kompetitor kita kirim bahan? Vietnam itu kompetitor, masa dikasih modal? Gimana sih?" katanya.

Persiapkan SDA

Menurut dia, jika Vietnam adalah kompetitor, Indonesia semestinya mempersiapkan sumber daya manusia untuk budidaya lobster.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Regional
Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Regional
Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Regional
Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Regional
Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Regional
Viral, Video Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Viral, Video Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Regional
Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Regional
Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Regional
Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Regional
Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Regional
Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Regional
Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Regional
Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X