Antisipasi Penolakan Kedatangan TKA China, Wagub Gorontalo: Kami Beri Edukasi ke Masyarakat

Kompas.com - 15/07/2020, 07:19 WIB
Wagub Gorontalo, Idris Rahim (tengah) saat rapat pembahasan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pedoman pelaksanaan PSBB, via video conference antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Forkopimda diperluas, Kamis (30/4/2020) di aula rudis gubernur. KOMPAS.COM/FADLI HUMAS PEMPROV GTOWagub Gorontalo, Idris Rahim (tengah) saat rapat pembahasan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pedoman pelaksanaan PSBB, via video conference antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Forkopimda diperluas, Kamis (30/4/2020) di aula rudis gubernur.

GORONTALO, KOMPAS.com  – Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara telah mengantisipasi adanya aksi penolakan kedatangan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

“Kami akan membentuk tim sosialisasi yang bertugas memberi edukasi kepada masyarakat terkait kedatangan TKA sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim, Selasa (14/7/2020).

Tim sosialisasi bentukan pemerintah terdiri dari seluruh instansi terkait, seperti PT PLN dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) selaku pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) I.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Sebanyak 300 tenaga kerja asal Negeri Tirai Bambu didatangkan PT GLP untuk percepatan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 2×50 megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara.

“Paling lambat besok tim ini sudah terbentuk dan segera melakukan tugasnya mengingat ada 2 hal penting yang berhubungan dengan kedatangan TKA ini, pencegahan penularan Covid-19 dan keberlanjutan pasokan listrik,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Irjen (Pol) M Adnas mengatakan,  kedatangan TKA China kerap mendapat penolakan dari masyarakat.

Baca juga: Kedatangan TKA China yang Disambut Unjuk Rasa hingga Bentrok Demonstran dan Polisi

Karena itu, dibutuhkan sosialisasi, komunikasi, dan edukasi yang dilakukan semua pihak.

Menurut dia, jangan sampai kejadian penolakan di Kendari terjadi di Gorontalo.

“Saat ini kondisi Gorontalo sangat aman. Kita masuk di provinsi teraman se-Indonesia. Jangan sampai kedatangan TKA membuat kondisi Gorontalo jadi tidak aman, meresahkan masyarakat. Evaluasi dan monitoring harus dilakukan terus-menerus,” tegasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X