Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kompas.com - 14/07/2020, 22:08 WIB
Ilustrasi lockdown karena virus corona ShutterstockIlustrasi lockdown karena virus corona

GORONTALO, KOMPAS.com  – Pemerintah Kota Gorontalo akan melakukan pembatasan berskala khusus di sejumlah kecamatan.

Pembatasan ini dilakukan jika dalam satu dua hari ini terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang tinggi.

“Akan dilakukan pembatasan khusus di 4 kecamatan yang paling besar terpapar yakni Dumbo Raya, Kota Tengah, Kota Utara, dan Kota Timur. Tapi fokus pada kelurahannya. Misalnya di Kecamatan Kota Tengah, di Kota Tengah yang paling banyak di Kelurahan Dulalowo dan Wumialo, itu yang dibatasi karena yang lain tidak terpapar,” kata Wali Kota Gorontalo Marten Taha pada rapat koordinasi pemerintahan di aula rumah jabatan gubernur, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Marten Taha menilai terjadinya lonjakan kasus di Kota Gorontalo ini karena kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Masyarakat juga sering menolak untuk dilakukan tes rapid atau tes swab karena ada stigma dan diskriminasi terhadap pasien yang positif.

“Aturan sudah lengkap, petugas diberikan, infrastruktur juga sudah dibangun, kita juga sudah melakukan monitoring dan evaluasi bahkan sanksi, tapi dukungan masyarakat masih kurang,” keluh Marten Taha.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba dalam pertemuan ini menyetujui usulan wali kota untuk pembatasan berskala khusus di sejumlah kecamatan di Kota Gorontalo jika terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang tinggi.

“Seandainya meningkat terus maka seperti yang disampaikan wali kota, kita akan melakukan pembatasan berskala khusus apakah kelurahannya atau satu kecamatannya,” kata Darda Daraba.

Baca juga: Jakarta Terapkan Pembatasan Lokal di 27 RW Zona Merah Covid-19

Darda Daraba juga mengatakan, perlu peningkatan protokol kesehatan di tempat orang berkerumun, seperti pasar mingguan tradisional, toko, supermarket dan hotel.

Tempat tersebut dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru di Kota Gorontalo.

“Pengawasan di pasar mingguan tradisional harus diperketat. Kita harus petakan setiap areal pasar itu berapa petugas yang akan menjaga. Kalau toko itu gampang dibuatkan surat pernyataan mengikuti protokol kesehatan, tapi untuk pasar, ini yang sulit. Sehingga kita perlu membagi tugas mulai dari unsur TNI-Polri, Satpol dan Perindag,” ujar Darda Daraba.

Darda Daraba meminta Pemerintah Kota Gorontalo mempertegas sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19.

“Kita harus menerapkan seperti ini, agar masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah tidak main-main menerapkan protokol kesehatan. Yang dikhawatirkan oleh gubernur jangan sampai ada gelombang kedua seperti yang terjadi di China dan Korea yang jumlahnya lebih besar,” tutur Darda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Beracun Proyek Geothermal Sebabkan 5 Warga Tewas, PT SMGP: Kami Sangat Menyesal...

Gas Beracun Proyek Geothermal Sebabkan 5 Warga Tewas, PT SMGP: Kami Sangat Menyesal...

Regional
Takut Video Berpelukan dengan Pria Diadukan ke Ibu, Siswi SMP Malah Diperkosa Tetangga

Takut Video Berpelukan dengan Pria Diadukan ke Ibu, Siswi SMP Malah Diperkosa Tetangga

Regional
Bus Mogok Raib Digondol Maling, Didorong Para Pelaku hingga Mesin Menyala

Bus Mogok Raib Digondol Maling, Didorong Para Pelaku hingga Mesin Menyala

Regional
Puluhan Eks Anggota FPI di Sumsel Bergabung ke GP Ansor

Puluhan Eks Anggota FPI di Sumsel Bergabung ke GP Ansor

Regional
PPKM Jilid II, Warga Luar Kota yang Akan Masuk Cilacap Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

PPKM Jilid II, Warga Luar Kota yang Akan Masuk Cilacap Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Regional
Video Viral Pemuda Pukul dan Tendang Rombongan Pengendara Motor, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Pemuda Pukul dan Tendang Rombongan Pengendara Motor, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Fan Artis Tiktok Berkerumun dan Tak Jaga Jarak, Manajemen Viens Boys: Kami Minta Maaf

Fan Artis Tiktok Berkerumun dan Tak Jaga Jarak, Manajemen Viens Boys: Kami Minta Maaf

Regional
5 Korban Tewas Keracunan Gas Geothermal di Mandailing Natal Dimakamkan, Pemkab Beri Santunan

5 Korban Tewas Keracunan Gas Geothermal di Mandailing Natal Dimakamkan, Pemkab Beri Santunan

Regional
Lokasi Penampungan TKI Ilegal Digerebek, 6 Orang Berhasil Diselamatkan

Lokasi Penampungan TKI Ilegal Digerebek, 6 Orang Berhasil Diselamatkan

Regional
Gelapkan Uang SPP Siswa Rp 90 Juta, Bendahara Sekolah di Banjarmasin Ditangkap

Gelapkan Uang SPP Siswa Rp 90 Juta, Bendahara Sekolah di Banjarmasin Ditangkap

Regional
Bapak Cabuli Anak Tiri hingga Hamil, Korban Diperkosa Saat Ibu Pergi Kerja

Bapak Cabuli Anak Tiri hingga Hamil, Korban Diperkosa Saat Ibu Pergi Kerja

Regional
Duduk Perkara Kasus Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Terbongkar Berkat Laporan Seorang Pengacara

Duduk Perkara Kasus Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Terbongkar Berkat Laporan Seorang Pengacara

Regional
Kota Serang Jadi Zona Merah Pertama Kalinya, Pemkot Batasi Kegiatan Masyarakat

Kota Serang Jadi Zona Merah Pertama Kalinya, Pemkot Batasi Kegiatan Masyarakat

Regional
Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Regional
PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X