Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Kompas.com - 13/07/2020, 06:30 WIB
ilustrasi sxc.hu/John Nybergilustrasi

KOMPAS.com- Sebuah acara gowes massal yang dihadiri ribuan orang digelar di Brebes, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2020).

Acara tersebut juga diwarnai panggung dangdut yang membuat masyarakat berkerumun di salah satu lapangan.

Dalam foto dan video yang beredar, banyak masyarakat mendatangi acara itu tanpa mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.

Ironisnya, acara di Kecamatan Tonjong tersebut justru dihadiri oleh Bupati Brebes Idza Priyanti.

Baca juga: Ganjar Tegur Bupati Brebes karena Hadiri Gowes Massal Tanpa Jaga Jarak

Ganjar geram

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Laporan perihal acara tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo geram.

Ia pun kemudian mengirimkan pesan WhatsApp berisi teguran kepada Bupati Brebes Idza Priyanti dan wakilnya.

"Barusan saya dilapori teman-teman di Brebes, ada masyarakat ada dari kades yang lapor saya. Saya lihat berita dan videonya. Itu berbahaya. Langsung WA Bupati dan Wakilnya," kata Ganjar

Kepala Idza, Ganjar meminta agar acara massal tidak digelar di tengah pandemi.

Ia meminta seluruh pihak memiliki rasa keprihatinan dan kesadaran yang besar terkait bahaya penyebaran Covid-19.

"Ini kan di Jawa masih berkembang (Covid-19). Hampir semua titik, di Jateng, Jabar, Jatim dan DIY juga masih terjadi. Maka ayo kita punya sense soal itu," tutur dia.

Baca juga: Sederet Fakta Ganjar Terapkan PKM Semarang Raya, Klaster Baru hingga Didukung Kepala Daerah

Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.Horth Rasur Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.

Lebih dorong acara tes massal atau PCR

Daripada menggelar acara hiburan massal, Ganjar meminta Bupati Brebes fokus melakukan tes massal untuk mengatahui penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Testing-testing massal ini sebenarnya aktivitas yang didorong. Saya minta coba lakukan tes massif dulu di seluruh wilayah Brebes agar mengetahui petanya seperti apa. Menurut saya itu jauh lebih baik," tegas dia.

Usai tes massal, maka kondisi kecamatan dan desa dapat dipetakan.

"Kalau mau ada event, ya dipilih mana yang hijau, kecamatan mana, desa mana, yang boleh ikut siapa, protokol kesehatannya seperti apa. Untuk mengetahui mana-mana daerah merah, kuning hijau itu hanya bisa ketahuan kalau sudah dilakukan tes massal," kata dia.

Baca juga: Jalani Rapid Test Massal, 69 Pengunjung dan Pedagang Pasar di Brebes Reaktif

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

Regional
Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Regional
Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X