Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Kompas.com - 07/07/2020, 09:33 WIB
Tersangka penganiaya pengemudi ojol, Akbar Perdana (23) saat menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru, Riau, Senin (6/7/2020). KOMPAS.COM/IDONTersangka penganiaya pengemudi ojol, Akbar Perdana (23) saat menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru, Riau, Senin (6/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tersangka penganiaya pengemudi ojek online (ojol), Akbar Perdana (23) ternyata sempat memukul kepala korban dua kali sebelum aksi kekerasan itu terekam kamera.

Hal itu terungkap saat tersangka menjalani pemeriksaan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru kemarin, Senin (7/7/2020).

Pada saat adu mulut, tersangka memukul kepala korban yang bernama Mulyadi (43), sebanyak dua kali. Namun, aksi tersebut belum sempat terekam oleh warga disekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Pengakuan Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru: Saya Waktu Itu Lagi Enggak Enak Hati

Kejadian itu hanya terekam oleh pengendara mobil saat tersangka memarahi dan menendang korban hingga terjungkal.

"Awalnya saya pukul kepalanya dua kali. Warga disekitar waktu itu cuma lihat saja. Gak lihat ada yang merekam. Ternyata pas saya nendang itu ada yang merekam terus viral," akui Akbar.

Usai dipukuli dua kali, sebut dia, korban masih mengomel. Akbar kemudian mengancam akan menembak korban.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ancaman menembak itu cuma omongan. Tapi, saya enggak bawa senjata apa-apa. Terbersit dari hati saja bilang ku tembak kau. Terus dia masih ngomel-ngomel, jadi waktu saya tendang pinggangnya. Dia terjatuh dan saya langsung pergi," kata Akbar.

Baca juga: Penganiaya Ojol di Pekanbaru : Dia Gaya-gayaan Setelah Saya Klakson 2 Kali...

Dia mengatakan, aksi penganiayaan dilakukan karena dipicu sakit hati. Saat itu tersangka meminta jalan untuk mendahului tapi korban tidak menghiraukan.

Bahkan, setelah diklakson dua kali oleh tersangka, korban justru gaya-gayaan di atas sepeda motornya.

"Waktu itu dia sebelah kiri, saya klakson dua kali mau mendahului. Tapi dia malah gaya-gayaan gitu dan membalas dengan membunyikan klakson panjang," ujar Akbar sambil menirukan gaya korban yang mengoyang-goyangkan badannya.

Akbar pun terpancing emosi. Dia kemudian  menghadang korban dan memakinya.

"Saya sebenarnya sedang enggak enak hati juga. Jadi saya emosi pas melihat ojol  seperti itu," akuinya.

 

Meski begitu, Akbar sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selain minta maaf, Akbar juga berjanji tidak akan mengulanginya.

"Saya minta maaf sudah melakukan kesalah ini. Saya khilaf dan minta maaf. Saya minta maaf kepada seluruh warga Indonesia dan Go-Jek Indonesia," pungkas Akbar.

Sebagaimana diketahui, kasus pemukulan pengemudi ojol viral di media sosial, Sabtu (4/7/2020) lalu.

Dalam video berdurasi 20 detik, seorang laki-laki memakai celana pendek dan baju kaus biru menghantam pinggang pengemudi ojol hingga terjungkal, serta sepeda motor ikut terjatuh.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau, pada Jumat (3/7/2020) pukul 11.30 WIB.

Setelah aksi itu viral, ratusan pengemudi ojol mendatangi rumah terduga pelaku di Jalan Kebunsari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Masa ojek daring itu juga sempat melakukan perusakan terhadap rumah dan mobil korban.

Tak lama setelah itu, kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan terduga pelaku, untuk menghindari amukan massa.

Polisi akhirnya menetapkan Akbar Perdana sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan, berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi.

Tersangka dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, diancam dengan pidana penjara di atas lima tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X