Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Kompas.com - 07/07/2020, 08:35 WIB
Tangkapan layar unggahan dari BMKG soal gempa bumi yang berpusat di Jepara, Jawa Tengah pada Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 05.54 WIB. TWITTERTangkapan layar unggahan dari BMKG soal gempa bumi yang berpusat di Jepara, Jawa Tengah pada Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 05.54 WIB.

BANYUMAS, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 6.1 magnitudo yang mengguncang Jepara, Selasa (7/7/2020) pagi terasa hingga wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Eviyanti, warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan mengatakan, getaran gempa sangat terasa dengan durasi sekitar satu menit.

"Tadi terasa banget getarannya, sampai anak saya yang tidur di lantai atas terbangun dan melompat dari tempat tidur," kata Eviyanti saat dihubungi, Selasa.

Baca juga: Gempa 6,1 Magnitudo Berpusat di Jepara, Dirasakan Warga Bali hingga Pangandaran

Evi menuturkan, getaran yang kuat juga mengakibatkan kaca jendela rumahnya bergetar.

"Cukup lama saya dengar getaran kaca, pas anak saya melompat dari tempat tidur," ujar Eviyanti.

Hal senada juga disampaikan Aprilia, warga Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja.

"Getarannya di rumah terasa banget. Lampu gantung juga bergoyang," kata Aprilia melalui pesan singkat.

Baca juga: Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Berikut Analisis BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di 53 kilometer barat laut Jepara.

Pusat gempa terletak di lepas pantai, berkedalaman 578 kilometer.

Gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X