Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 07/07/2020, 08:17 WIB
Suasana sidang tuntutan online dua terdakwa kasus balita yang hilang saat dititipkan di PAUD Yusuf Achmad Ghazali, di Pengadilan Negeri, Samarinda, Kaltim, Senin (6/7/2020). IstimewaSuasana sidang tuntutan online dua terdakwa kasus balita yang hilang saat dititipkan di PAUD Yusuf Achmad Ghazali, di Pengadilan Negeri, Samarinda, Kaltim, Senin (6/7/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Sidang kasus Yusuf Achmad Ghazali, balita empat tahun yang ditemukan tewas di parit tanpa kepala di Samarinda, Kalimantan Timur, memasuki proses penuntutan, Senin (6/7/2020).

Dua mantan pengasuh PAUD tempat Yusuf dititipkan, Tri Supramayanti (52) dan Marlina (26), yang jadi terdakwa dalam kasus ini dituntut empat tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Keduanya dinilai lalai menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam menjaga Yusuf Achmad Ghazali, selama dititipkan di PAUD.

Baca juga: Identitas Mayat Tanpa Kepala di Pantai Watu Kodok Terungkap, Korban Asal Pacitan

JPU menjerat keduanya menggunakan Pasal 359 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP yakni kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang hilang.

“Tuntutan 4 tahun bagi klien kami terlalu berat. Mestinya dikurangi. Karena kelalaian ini, bukan karena tangan mereka yang melakukan, ataupun karena sengaja. Tapi ada pengawasan yang luput. Tidak secara langsung mereka lakukan,” ungkap kuasa hukum kedua terdakwa, Rudi Pasaribu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/7/2020) pagi.

Rudi mengatakan kliennya mengakui lalai, karena luput mengawasi Yusuf saat dititipkan orangtuanya.

Meski begitu, keduanya bertanggung jawab dan siap menanggung risiko.

“Mereka berdua ini bekerja dan diupah hanya Rp 500.000 sampai Rp 1 juta sebulan. Menurut kami ini tidak adil, kerja dengan hasil segitu, tapi beban kerja dan risiko yang mereka pikul cukup berat. Tuntutan 4 tahun terlalu berat,” terang dia.

Baca juga: Diatom Jadi Bukti Balita Tanpa Kepala di Samarinda Tewas karena Tenggelam

Atas hal tersebut, Rudi mengaku siap memberikan pembelaan pada kedua kliennya pada sidang pekan depan.

Tak hanya itu, Rudi juga akan mempertanyakan penyidik maupun JPU tak bisa membuktikan alasan kematian Yusuf dalam fakta persidangan.

“Belum bisa dibuktikan apakah Yusuf keluar terus jatuh ke parit, terseret dan meninggal. Anak usia 4 tahun besar, enggak mungkin terseret parit. Kalau jatuh, siapa saksinya,” tegas dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X