Meski Sering Dikunjungi Turis, Bekas Pusat Kesultanan Banten Nihil Corona

Kompas.com - 04/07/2020, 21:25 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Agung Kesultanan Banten di Kasemen, Serang, Rabu (18/3/2020). Pemda setempat mengerahkan para petugas menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat keramaian untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANPetugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Agung Kesultanan Banten di Kasemen, Serang, Rabu (18/3/2020). Pemda setempat mengerahkan para petugas menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat keramaian untuk mencegah penyebaran COVID-19.

SERANG, KOMPAS.com - Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten sampai saat ini masih nihil kasus virus corona.

Padahal, pandemi Covid19 sudah terjadi hampir empat bulan dan menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia.

Sementara di lima kecamatan lainnya di Ibu Kota Provinsi Banten ini sudah mengonfirmasi adanya kasus Covid19. Kelimanya yakni Serang ada 11 kasus, Taktakan 3 kasus, Curug 3 kasus, Walantaka 1 kasus, Cipocok Jaya 8 kasus.

Baca juga: Gubernur Wahidin: Revitalisasi Kesultanan Banten Perhatikan Kemudahan Akses

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, masih nihilnya Kecamatan Kasemen karena memang belum ditemukan kasus meski sudah melakukan rapid test massal.

"Rapid test sudah dilakukan, yang reaktif juga hasil swabnya enggak ada yang positif. Memang tidak ada penularan untuk wilayah Kasemen," ujar Hari saat dikonfirmasi Kompas.com via WhatsApp, Sabtu (20/7/2020).

Dijelaskan Hari, setiap ada kasus baru, tim gugus tugas langsung melakukan pelacakan untuk memutus mata rantai penyebaran.

Salah satunya dengan melakukan repid test massal dan swab.

Untuk itu, Hari meminta masyarakat tak hanya di wilayah Kasemen agar taat pada protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah meski angka kesembuhan tinggi.

"Melihat data, persentase kesembuhan pasien sudah mencapai 73 persen, dirawat 19 persen, meninggal dunia 8 persen dari jumlah kasus sebanyak 26," ujarnya.

Diketahui, Kecamatan Kasemen memiliki luas wilayah 56,36 km² ini mempunyai 10 kelurahan, 70 Rukun Warga dan 247 Rukun Tetangga. Dahulu wilayah Kasemen merupakan pusat Kesultanan Banten.

Terlihat dari peninggalan masa kesultanan yang masih ramai dikunjungi wisatawan seperti Keraton Surosowan, Benteng Speelwijk, Masjid Agung Banten, Benteng Surosowan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 4 Juli 2020

Makam para sultan pun berada di Kasemen seperti Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, pangeran Ratu, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar, Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin.

Setiap akhir pekan dan hari raya besar keagamaan ribuan peziarah dari berbagai daerah selalu memadati kawasan Kesultanan Banten. Bahkan, meski wabah Covid19 wisatawan tetap ramai. (Rasyid Ridho)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X