KILAS DAERAH

Gubernur Wahidin: Revitalisasi Kesultanan Banten Perhatikan Kemudahan Akses

Kompas.com - 09/09/2019, 17:55 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim DOK. Pemerintah Provinsi BantenGubernur Banten Wahidin Halim


KOMPAS.com
- Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan jika revitalisas Kawasan Kesultanan Banten (KKB) harus memperhatikan kemudahan akses bagi para pengunjung dari berbagai daerah.

"Karena pengunjung ke KKB ini sangat banyak, jadi saya ingin revalitasi KKB yang sudah menjadi ikon nasional  ini memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk datang dari berbagai arah," ujar Wahidin Halim di Banten, seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/9/2019).

Tak hanya itu, Wahidin berharap revalitasi tersebut dapat mengembalikan KKB sebagai pusat peradaban dan budaya di Banten,

Revitalisasi KKB berangkat dari visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada era kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim dan wakilnya Andika Hazrumy, yaitu “Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah “.

Perlu diketahui, saat ini KKB bisa diakses melalui jalur darat ataupun laut. Untuk jalur laut bisa melalui Pelabuhan Karangantu dan menuju ke KKB sekitar 1,5 km.

Rute jalur darat

Adapun jalur darat dapat ditempuh dengan kendaraan bisa langsung ke area KKB. Pengunjung juga bisa menggunakan moda transportasi kereta api dengan turun di Stasiun Karangantu dan menempuh perjalanan sekitar 1 km sampai ke KKB.

Soal rute jalan, ada banyak pilihan jalan dalam kondisi bagus untuk menuju ke KKB.  

Nah, dari wilayah timur seperti Tangerang, Jakarta dan sekitarnya, ada tiga jalur yang bisa dipilih.

Pertama, melalui Jalan Tol Tangerang-Merak dengan keluar di Pintu Tol Serang Timur-Jalan Armada-Jalan Ayip Usman-Jalan Raya Banten-Jembatan Sungai Cibanten-KKB.

Pilihan kedua, jalan non tol melalui jalur sibuk Jalan Raya Jakart menuju Pintu keluar Tol Serang Timur- Jalan Armada- Jalan Ayip Usman-Jalan Raya Banten- Jembatan Sungai Cibanten-KKB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Regional
8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

Regional
UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

Regional
Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Regional
Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Regional
Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Regional
Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Regional
Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

Regional
Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Regional
Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Regional
Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Regional
Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Dipukul dengan Kayu Lalu Ditinggalkan di Kebun

Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Dipukul dengan Kayu Lalu Ditinggalkan di Kebun

Regional
Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Regional
Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X