Kompas.com - 03/07/2020, 09:55 WIB
Penampilan Via Vallen di acara Customer Gathering Family Weekend Gateway Sekar, Sabtu (30/3/2019) malam. KOMPAS.com/FARIDA FARHANPenampilan Via Vallen di acara Customer Gathering Family Weekend Gateway Sekar, Sabtu (30/3/2019) malam.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - V (41) pelaku pembakaran Alphard Via Vallen ternyata berasal dari Medan Sumatera Utara.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, dia tinggal di Cikarang dan bekerja serabutan.

Dari Cikarang, dia berangkat ke Sidoarjo dengan "menggandol" truk. V mengaku tahu rumah Via Vallen setelah bertanya ke salah satu tukang ojek di Sidoarjo dan minta diantar ke rumah sang idola.

Dilansir dari Tribun Medan, V berasal dari Kelurahan Sei Timur, Kecamatan Medan Petisah, Medan. Di kampungnya, V dikenal dengan nama Pije.

Baca juga: Klarifikasi Terbaru Via Vallen, Tepis Isu Settingan dan Bantah Hina Pelaku Pembakar Mobil

Nining Kepala Lingkungan V membenarkan jika Pije dan keluarganya sempat menjadi warganya. Namun pada tahun 2018, Pije dan keluarganya pindah setelah rumahnya dijual.

"Sekitar tahun 2018, rumah mereka yang ada di lingkungan kita telah dijual. Sejak saat itu, Pije tidak pernah lagi kelihatan di sekitar lingkungan kita," ujar Nining, Rabu (1/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, saat masih tinggal di lingkungannya, Pije pernah cekcok dengan keluarganya.

"Dari apa yang kita dengar, dia juga pernah atau kerap cekcoklah dengan keluarganya. Gimana ya, mungkin gitulah, namanya juga bantal ya kan," sambungnya.

Baca juga: Via Vallen Bantah Keluarganya Hina Pelaku Pembakar Mobil Sebelum Kejadian

Pije juga kerap dikabarkan sebagai maling perabotan rumah. Ulahnya tersebut membuat Pije menjadi perbincangan warga sekitar.

"Dari pengenalan saya, Pije ini anak yang bandel ya. Karena beragam informasi juga yang kita dapat dari warga maupun teman-teman kita, kepling sendiri," ujar Nining dilansir dari Tribun Medan.

"Dari informasi, aku juga pernah dia juga mencuri saat tinggal di Jalan Cangkir, tapi maling-maling kecillah," sambungnya.

Sejak pindah dari lingkungan tersebut, pihaknya mengaku tidak pernah lagi mendengar kabar Pije dan keluarganya.

Baca juga: Tinggal di Cikarang, Bagaimana Pembakar Mobil Tahu Rumah Via Vallen di Sidoarjo?

"Lalu, rumahnya dijual hingga kini anggota keluarga pun tidak lagi tinggal di sekitar lingkungan itu lagi. Info-infonya kita dengar, ada juga kakaknya yang tinggal di Medan ini, tapi persisnya kita enggak tahu dimana tinggalnya," lanjutnya.

Nama Pije kembali menjadi perbincangan di lingkungannya setelah pria 41 tahun tersebut ditetapkan sebagai tersangka pembakaran mobil Via Vallen.

"Kita juga heran atau enggak nyangka ya, masa Pije yang jadi pelakunya. Kita heran mendengar kabar itu. Nah dari situlah, perbincangan tentang Pije ini menjadi hangat di antara kita," terangnya.

"Enggak nyangka, apa hubungannya ya kepada Via Vallen, itu pun karena lihat berita loh, makanya kita tahu," pungkasnya.

Baca juga: Fans Pembakar Mobil Alphard Via Vallen Gandol Truk ke Sidoarjo dari Cikarang

Mengaku sakit hati

Penyanyi dangdut Via Vallen dalam jumpa pers usai konser Slank in Love di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Penyanyi dangdut Via Vallen dalam jumpa pers usai konser Slank in Love di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).
Sementara itu Pije (41) mengaku sebagai fans berat Via Vallen. Ia nekat membakar mobil Via Vallen karena sakit hati dengan ucapan orang yang ia temui saat ke rumah sang idola.

"Dia dua kali ke rumah Via Vallen. Tapi tidak ketemu Via Vallen langsung. Hanya ditemui seseorang, tapi dia mengaku tersinggung lantaran perkataan orang itu tidak enak didengar. Seperti menyebut kotor, lusuh, dan sebagainya. Itu pengakuan pelaku," kata Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Sumardhi, Rabu (1/7/2020).

Pije kemudian datang lagi ke rumah Via Vallen ada dini hari. Ia lalu membakar mobil mewah milik Via yang diparkir di samping rumah.

Baca juga: Fans Pembakar Mobil Via Vallen Sakit Hati Tak Bisa Bertemu, Disebut Kotor dan Lusuh

Walaupun ada bukti botol berisi bensin, pelaku mengaku tidak merencanakan aksi tersebut. Ia mengatakan spontan menyiramkan bensin kemudian membakar kertas dengan korek api yang dibawanya.

Sementara itu Via Vallen memastikan tidak ada perlakuan buruk dari keluarganya yang disebut membuat Pije emosi.

"Di media pada nulis judul tentang pelaku sakit hati gara-gara di bilang kotor dan lusuh oleh salah satu keluarga saya? Demi Allah gak ada satu pun anggota keluarga yang bilang kayak gitu," tulis Via Vallen dalam unggahan terbaru di Instagram Story, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Pembakar Mobil Alphard Ngaku Fans Berat Via Vallen yang Sakit Hati Gagal Bertemu

Ia bercerita jika pria asal Medan itu datang dalam kondisi mabuk dan berkata-kata tidak sopan.

"Pas ngomong udah bau minuman, makanya dihadang sampai dipanggilin polisi. Tapi polisi pun dimaki-maki sama dia (Ada bukti rekaman videonya juga waktu itu)," tulis Via.

Via menyayangkan, pengakuan Pije itu justru dibesar-besarkan.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Terkuak Keseharian Pije Si Pembakar Mobil Via Vallen saat Tinggal di Medan, Ini Kata Kepling Nining

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul VIA VALLEN: 'Demi Allah Gak Ada yang Bilang Kotor dan Lusuh', Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Dia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.