Destinasi Wisata Kaliurang Yogya Uji Coba Terbatas

Kompas.com - 01/07/2020, 13:18 WIB
Kawasan wisata Telaga Putri, Kaliurang, Sleman, ditutup sementara menyusul letusan freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5/2018) pagi. Kompas.com/Markus YuwonoKawasan wisata Telaga Putri, Kaliurang, Sleman, ditutup sementara menyusul letusan freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5/2018) pagi.

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com -Kawasan wisata Kaliurang di Kabupaten Sleman mulai uji coba secara terbatas pada 1 Juli 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan, awalnya insiatif dari warga Kaliurang yang dahulu me-lockdown gang-gang masuk, mulai 1 Juli 2020 akan dibuka.

"Mulai 1 Juli mereka akan membuka akses-akses itu, kan otomatis kalau aksesnya dibuka akan terjadi kegiatan yang lainya," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih saat dihubungi, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Jabar Fokus Gelar Tes Masif Covid-19 di Pasar Hingga Tempat Wisata

Tak hanya itu, destinasi wisata lava tour juga menyatakan diri akan membuka secara terbatas. Lava tour akan dibuka kembali mulai 1 Juli 2020.

"Ya nggak tahu juga, karena mereka belum dapat reservasi, apakah nanti akan dapat tamu atau tidak kan belum tahu juga," ungkapnya.

Dijelaskannya, dibuka secara terbatas itu artinya mengutamakan protokol kesehatan.

Protokol ini wajib diterapkan dan ditaati untuk mencegah penyebaran. Jangan sampai tempat wisata menjadi penyebaran Covid-19.

Jika dari hasil pemantuan tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan ditutup kembali.

"Ya kalau mereka tidak patuh, tidak tertib, ya akan kami evaluasi, kita peringatkan. Kalau masih dilanggar bisa kita tutup lagi," tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman belum secara resmi membuka. Namun hanya uji coba terbatas. Sehingga untuk restribusi pengunjung masih dibebaskan.

"Jadi itu biar ekonominya juga mulai mengeliat kita ujicobakan," tegasnya.

Destinasi yang dibuka memang belum semuanya. Sebab, masih dalam tahap uji coba terbatas.

"Yang dibuka Tlogo Putri dan Lava Tour. Ulen Sentalu, taman Kaliurang belum. Kita bertahap, ini kan masih ujicoba," bebernya.

Baca juga: Gugus Tugas: Jangan Bawa Anak yang Belum Bisa Pakai Masker ke Tempat Wisata

Uji coba ini, lanjutnya akan terus dievaluasi. Selain itu juga ada tim pengawas yang bertugas memantau aktivitas termasuk penerapan protokol kesehatan.

"Itu bukan berarti uji coba itu seterusnya, tapi sambil kita evaluasi, kan ada tim pengawas,masing-masing komunitas juga punya pengawas. Itu nanti yang akan melaporkan," ujarnya.

Wisata Kaliurang meski masih uji coba terbatas namun wisatawan dari luar DIY tetap diperbolehkan berkunjung.

Namun, mereka harus menunjukan surat minimal rapid test dan hasilnya non reaktif.

"Kalau luar kota yang naik pesawat terutama kan otomatis terfilter, kan kalau keluar kota harus bawa surat kesehatan, harus rapid test. Kalau masuk tempat wisata tetap dicek suhunya, otomatis menunjukan surat rapid test," ucapnya.

Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, setiap wisatawan akan dipantau dengan menggunakan aplikasi Cared+ Jogja.

Nantinya setiap wisatawan akan mengunduh aplikasi tersebut dan berfungsi sebagai ID digital. Sehingga jumlah wisatawan maupun pergerakanya akan terpantau.

"Nanti Dinas Kominfo DIY sudah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY untuk setiap wisatawan yang datang terdata sehingga nanti kalau ada apa-apa, tracing-nya lebih mudah. Nanti kita akan kerja sama dengan Kominfo," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X