"Mark Up" Pembuatan Pagar Kuburan, Mantan Kadinsos Pagaralam Ditahan

Kompas.com - 30/06/2020, 20:12 WIB
Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) kota Pagaralam, Sumatera Selatan Sukman dan Dolly Rayven yang merupakan staf di bidang Jaminan Sosial ditahan oleh Kejari Pagaralam lantaran diduga telah melakukan mark up yang merugikan negara Rp 697,4 juta terkait pembangunan pagar kuburan, Selasa (30/6/2020). HANDOUTMantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) kota Pagaralam, Sumatera Selatan Sukman dan Dolly Rayven yang merupakan staf di bidang Jaminan Sosial ditahan oleh Kejari Pagaralam lantaran diduga telah melakukan mark up yang merugikan negara Rp 697,4 juta terkait pembangunan pagar kuburan, Selasa (30/6/2020).

PAGARALAM, KOMPAS.com - Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) Sukman ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat lantaran diduga telah melakukan mark up dana pembuatan pagar kuburan.

Selain mantan Kadinsos Kota Pagaralam, juga ditahan Dolly Rayven yang merupakan staf di bidang Jaminan Sosial Kota Pagaralam. 

Kasi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel Khaidirman saat dikonfirmasi mengatakan, kasus dugaan mark up itu berlangsung pada 2017 lalu. 

Mulanya pihak dari Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Sumsel menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 697,4 juta.

Baca juga: Dugaan Mark Up Lahan Kuburan, Wakil Bupati OKU Dijerat Pasal Berlapis

Setelah mendapatkan temuan tersebut, Kejari kota Pagaralam langsung melakukan penyelidikan. 

Namun, dua tersangka yakni Sukman dan Dolly tak kunjung datang ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

"Kemarin penyidik menahan tersangka Sukman dan hari ini dilanjutkan penahanan tersangka Dolly yang menjabat staf Bidang Jaminan Sosial Dinsos Pagaralam. Penahanan ini dilakukan karena mereka telah dua kali mangkir,"kata Khaidirman dalam pesan singkat, Selasa (30/6/2020).

Khaidirman menjelaskan, keduanya menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan. Hal itu dilakukan agar mereka dapat kooperatif menjalani pemeriksaan penyidik.

Baca juga: Fakta Wabup OKU Ditahan Polisi, Diduga Mark Up Lahan Kuburan hingga Rugikan Negara Rp 5,8 Miliar

Sejauh ini, menurut Khaidirman, modus yang digunakan kedua tersangka itu yakni dengan melakukan mark up di Rancanganan Anggaran Belanja (RAB) dalam proyek pembangunan makam di kota Pagaralam.

"Hasil perhitungan BPKP Sumsel menemukan kerugian negara sebesar Rp697,4 juta. Kasus ini masih akan dikembangkan, apakah ada tersangka baru atau tidak," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Regional
Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Regional
Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Regional
Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Regional
Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Regional
Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Regional
Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Regional
4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X