Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/06/2020, 21:03 WIB
Dhias Suwandi,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule mengonfirmasi adanya temuan pertama kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Lanny Jaya.

Dengan demikian, sudah ada lima dari sepuluh kabupaten di kawasan Pegunungan Tengah Papua yang masuk dalam zona merah.

Sebelumnya sudah ada Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Puncak Jaya.

"Hari ini ada catatan khusus untuk Lanny Jaya yang seorang warganya dipastikan positif," ujar Silwanus melalui telepon, Sabtu (27/6/2020).

Baca juga: Seorang Tenaga Medis Diduga Dianiaya Keluarga Jenazah Pasien Covid-19

Ia juga memastikan bahwa warga yang terpapar virus corona di Lanny Jaya adalah tenaga medis yang belum lama ini melahirkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Infonya tanggal 10 Juni perawat tersebut ikut rapid test di Tiom, lalu tanggal 11 Juni izin  melahirkan di Makassar dan tanggal 18 Juni kembali ke Wamena. Saat rapid hasilnya reaktif, dilanjutkan swab hasilnya positif," kata Silwanus.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lanny Jaya sudah diminta untuk bergerak cepat melakukan pelacakan, pemeriksaan dan perawatan terhadap kontak pasien tersebut.

"Kami sangat berharap kabupaten di daerah pegunungan yang telah ditemukan kasus pasien positif agar menjalin komunikasi dengan kami di provinsi, agar segera melakukan langkah 3T (trace, test dan treatment)," kata dia.

Baca juga: Wisuda Unik di UKSW Salatiga, Mahasiswa Diwakili Robot

Sebanyak 5 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua yang belum masuk dalam zona merah pandemi virus corona adalah Tolikara, Puncak, Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Nduga.

Hingga Sabtu ini, jumlah kasus positif virus corona di Papua telah mencapai 1.645.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com