Ombudsman Sebut Biaya Rapid Test di Kaltara Rp 1 Juta Tak Ada Dasar Hukum

Kompas.com - 25/06/2020, 12:34 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Ombudsman Kalimantan Utara (Kaltara) meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulungan mengembalikan uang senilai Rp 20 juta yang dipungut dari biaya rapid test senilai Rp 1 juta.

“Uang itu kita minta dikembalikan ke masyarakat karena tidak ada dasar hukumnya,” ungkap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara Ibramsyah Amirudin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020) malam.

Ibramsyah mengatakan, temuan awalnya bermula dari Surat Edaran Bupati Kabupaten Bulungan yang menetapkan harga atau biaya rapid test senilai Rp 1 juta per orang.

Edaran tersebut kemudian dijalankan oleh gugus tugas dalam pelayanan rapid test kepada masyarakat.

“Tanggal 16 Mei saya sempat ke Pos Karantina Covid-19 di Tanjung Selor, Bulungan. Kami diskusi bersama Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, memberikan saran, surat edaran bupati berkaitan dengan tarif Rp 1 juta untuk rapid test tidak ada dasar hukum,” terang dia.

Baca juga: KPU Samarinda Minta Tambahan Dana Pilkada Rp 17 Miliar untuk Beli APD

Pada kesempatan tersebut, Ibramsyah mengingatkan jika tarif tersebut tetap diberlakukan maka berpotensi masuk kategori pungutan liar.

Sebab, kata dia, tidak ada arahan khusus dari gugus tugas nasional untuk menarik pungutan biaya dari rapid test.

“Kita minta setop jangan dilanjutkan. Kalau duit itu disetor ke khas daerah itu pendapatan darimana. Bisa jadi setoran tidak bertuan,” kata dia.

Karena itu, dia meminta uang tersebut dikembalikan kepada masyarakat yang telah membayar rapid test.

Baca juga: Gapura Gerbang Masuk Samarinda yang Disebut Mirip Ekor Kurama Naruto Habiskan Rp 5,2 M

Kendati demikian, dirinya tetap memberi apresasi kepada tim gugus tugas di Kabupaten Bulungan yang telah memberi respon cepat atas saran tersebut. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X