Sepedanya yang Berusia 38 Tahun Hilang, Nenek di Semarang Menangis: Beli Nyicil untuk Jualan Sayur

Kompas.com - 23/06/2020, 08:09 WIB
Mbah Mblok saat ditemui di rumahnya di di Jalan Tunggu Raya RT 01 RW 09 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Senin, (22/6/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAMbah Mblok saat ditemui di rumahnya di di Jalan Tunggu Raya RT 01 RW 09 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Senin, (22/6/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sartini (60) atau yang kerap dipanggil Mbak Mblok menangis saat menceritakan sepeda buntutnya yang hilang pada Minggu (21/6/2020).

Warga Jalan Tunggu Raya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang mengatakan sepedanya hilang saat ia menyiapkan dagangan untuk dijual keliling.

Mbah Mblok bercerita sepeda tersebut telah menemaninya selama 38 tahun. Ia membeli sepeda tersebut pada tahun 1982 dengan mencicil tiap bulan Rp 5.000 di Barito.

Baca juga: Mbah Mblok Menangis, Sepeda Bututnya untuk Jualan Sayur Dicuri Orang

Setiap bulan ia menyisihkan uang hasil gajian saat menjadi buruh pabril tekstil di daerah Penggaron agar bisa memiliki sepeda. Jika ditotal, ia membeli sepeda tersebut degan kisaran harga Rp 120.000.

Setelah keluar dari pabrik tekstil, Mbah Mblok mengunakan sepeda kunonya itu untuk berjualan sayur selama puluhan tahun.

Bahkan dari sepeda buntutnya, ia berhasil menabung hingga bisa ibadah umrah ke Tanah Suci beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pahami, Mengapa Harga Sepeda Brompton Mahal...

Selama ini setiap pagi, Mbah Mblok berkeliling kampung untuk berjualan sayur dengan menggunakan sepedanya. Di sepeda andalannya, dia juga menjajakan getuk, pecel, es, dan aneka gorengan.

Sore hari, ia berganti jualan jagung rebus.. Saat malam, ia menggunakan sepedanya ke pengusaha kerupuk rumahan untuk bekerja membungkus kerupuk.

Sambil menangis, Mbah Mblok bercerita jika ia kehilangan sepeda saat sedang menyiapkan dagangan.

Baca juga: Nekat Curi 10 Babi, 20 Ayam dan 4 Bebek Milik Temannya, Perempuan Ini Ditangkap

Hari itu, Minggu pagi, Mbah Mblok seperti biasa memarkirkan sepeda di depan rumah dan telah menyiapkan keranjang untuk tempat sayuran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X