Anak Orangutan Tapanuli Masuk Perkampungan, Ditemukan Warga dalam Kondisi Lemah

Kompas.com - 19/06/2020, 13:32 WIB
Satu ekor anak Orangutan Tapanuli yang ditemukan warga masuk ke perkampungan di Desa Siandorandor, Tarutung, Tapanuli Utara dan dievakuasi petugas, Senin (15/6/2020). Orangutan berjenis kelamin betina ini, diperkirakan berusia dua tahun dan diberi nama Andorulina. handoutSatu ekor anak Orangutan Tapanuli yang ditemukan warga masuk ke perkampungan di Desa Siandorandor, Tarutung, Tapanuli Utara dan dievakuasi petugas, Senin (15/6/2020). Orangutan berjenis kelamin betina ini, diperkirakan berusia dua tahun dan diberi nama Andorulina.

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Seekor anak orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) ditemukan warga dalam kondisi lemah di Dusun Parlimaan, Desa Siandorandor, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara. Orangutan yang berusia dua tahun itu kemudian dievakuasi petugas BBKSDA dan YOSL-OIC.

Kasubbag Data, Evlap, dan Kehumasan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Andoko Hidayat mengatakan, pada 15 Juni 2020 petugas dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Tarutung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) XII Tarutung, dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) mengevakuasi satu ekor anak orangutan tapanuli di Desa Siandorandor, Tarutung.

Sebelum dievakuasi, anak orangutan yang diperkirakan berusia dua tahun dan berjenis kelamin betina itu mulanya ditemukan seorang warga yang sedang berada di dekat pancuran air dalam kondisi lemah.

Baca juga: Mau Jerat Babi, yang Kena Malah Kucing Emas Sebesar Anjing

"Sebelum dilaporkan, anak orangutan itu lebih dulu ditemukan satu warga masuk ke perkampungan dan berada di dekat pancuran air di dekat tempat tinggalnya," kata Andoko lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Andoko menjelaskan, setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, ternyata kondisi orangutan yang diberi nama Andorulina itu belum stabil dan sangat berisiko untuk dilepasliarkan.

"Kondisi prangutan tidak stabil, jadi petugas sepakat untuk dilakukan rehabilitasi," ujar Andoko.

Andoko mengatakan, untuk memulihkan kondisi orangutan itu, petugas membawanya ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Desa Batu Mbelin, Sibolangit, Deli Serdang.

Baca juga: Jangan Lakukan Ini Saat Lihat Orangutan di TN Tanjung Puting

"Di sana dilakukan pengecekan kesehatan dan karantina lebih lanjut. Setelah dipastikan sembuh, orangutan akan kita lepas liar kembali ke hutan asalnya," ucap Andoko.

Andoko mengimbau kepada masyarakat jika melihat atau menemukan orangutan agar jangan ditangkap secara pribadi, apalagi sampai dibunuh.

Sebaiknya laporkan kepada pihak berwenang karena orangutan tapanuli merupakan spesies primata baru selain Pongo abelii dan Pongo pygmaeus. Selain itu, orangutan tersebut tercatat hanya berjumlah 577 hingga 760 ekor, dan hidup di kawasan Hutan Batang Toru.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

Regional
Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Ketidakhadiran Bupati yang Jadi Sorotan

Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Ketidakhadiran Bupati yang Jadi Sorotan

Regional
PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

Regional
Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

Regional
Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 September 2020

Regional
Jelang Berakhirnya PSBB Banten, Operasi Yustisi Jaring 2.421 Pelanggar

Jelang Berakhirnya PSBB Banten, Operasi Yustisi Jaring 2.421 Pelanggar

Regional
Masker Scuba Dilarang, Bagaimana Proyek 10 Juta Masker Pemprov Jabar?

Masker Scuba Dilarang, Bagaimana Proyek 10 Juta Masker Pemprov Jabar?

Regional
Sopir Mengantuk, Bus Sugeng Rahayu Hantam Pohon dan Masuk Parit

Sopir Mengantuk, Bus Sugeng Rahayu Hantam Pohon dan Masuk Parit

Regional
Istri Pasien Covid-19 di Cilacap yang Peti Jenazahnya Dibuka Meninggal

Istri Pasien Covid-19 di Cilacap yang Peti Jenazahnya Dibuka Meninggal

Regional
2 Pejabat Positif Covid-19, 50 Persen ASN Pemkab Banyumas Kerja di Rumah

2 Pejabat Positif Covid-19, 50 Persen ASN Pemkab Banyumas Kerja di Rumah

Regional
350 Perawat di Sulsel Terpapar Selama Pandemi Covid-19, 3 Meninggal

350 Perawat di Sulsel Terpapar Selama Pandemi Covid-19, 3 Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X