Tren Positif Kasus Corona di Batam, 111 Orang Sembuh

Kompas.com - 19/06/2020, 13:23 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

BATAM, KOMPAS.com -  Meski di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) masih ditemukannya klaster misterius, namun perkembangan kasus corona atau Covid-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menuju tren positif.

Hal ini seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif sembuh, usai menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan di Batam.

Bahkan update hari ini, Jumat (19/6/2020) kasus covid-19 yang sembuh total berjumlah 111 orang, setelah Sembilan orang pasien positif corona dinyatakan sembuh, Kamis (18/6/2020) malam.

Baca juga: Tiga Karyawan Bank BUMN di Pekanbaru Positif Covid-19, Diduga Tertular di Batam

Wali Kota Batam yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Muhammad Rudi mengatakan mereka yang sembuh setelah dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 yakni pasien kasus 104 Batam, 108,113, 132, 136, 137, 138, 139 dan kasus 148 Batam.

Dan saat ini kesembilan orang tersebut menjalani karantina mandiri dikediaman mereka masing-masing selama 14 hari kedepan.

Pasien positif Covid-19 Batam yang dinyatakan sembuh, yakni Dede Maryana (29) karyawan swasta, merupakan pasien kasus 104 Batam.

Dua kali swab, yakni tanggal 11 dan 17 Juni 2020 hasil negatif, dan selanjutnya dinyatakan menjadi pasien ke 103 yang sembuh di Batam.

Selanjutnya Siske Suherita Suhaja (52) karyawan swasta, pasien kasus 108 Batam. Dari dua kali swab, tanggal 11 dan 17 Juni 2020 hasil negatif, dan dinyatakan menjadi pasien sembuh ke 104 Batam.

Baca juga: Klaster KKP Batam, Total 8 Petugas Terjangkit Virus Corona

Kemudian Andreas Supri Mulyadi (47) karyawan swasta, pasien kasus 124 Batam. Hasil swab 11 dan 17 Juni 2020 hasilnya negatif, dan menjadi pasien sembuh ke 105  Batam.

Shahnaz (20) karyawan swasta, pasien kasus 132 Batam. Berdasarkan hasil swab 12 dan 17 Juni hasilnya negatif, dan menjadi pasien sembuh ke 106 Batam.

“Kelima atas nama Sri Patonah (45) IRT, pasien kasus 136 Batam. Ia dinyatakan sembuh setelah hasil swab 12 dan 17 Juni 2020 negatif, dan menjadi pasien sembuh 107 Batam,” kata Rudi melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2020) malam tadi.

Baca juga: Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam Jadi Klaster Penyebaran Corona Baru

Selanjutnya Muhammad Ridwan (33) pegawai swasta, pasien kasus 137 Batam. Hasil swab 12 dan 17 Juni 2020 hasilnya negatif, dan menjadi pasien sembuh ke 108.

Nanik Eko Wati (43) IRT, pasien kasus 138 Batam. Hasil swab 12 dan 17 Juni hasilnya negatif, dan menjadi kasus 109 sembuh di Kota Batam.

“Terakhir Dalalul Akbar (29) karyawan swasta, pasien kasus 32 Batam. Dua kali hasil swab 12 dan 17 Juni dinyatakan negatif, dan menjadi pasien sembuh ke 110 Batam serta Trisnawati (68) IR, pasien ke 148 Batam. Berdasarkan hasil swab 12 dan 17 dinyatakan negatif dan menjadi pasien sembuh ke 111 Batam,” terang Rudi.

Lebih jauh Rudi mengatakan saat ini kondisi pasien yang sembuh dalam keadaan sehat dan stabil.

“14 hari kedepan mereka menjalani karantina mandiri, dan setelah itu baru mereka benar-benar dinyatakan sehat dan bisa kembali bersosialisasi ditengah masyarakat,” ungkap Rudi.

Baca juga: Klaster Jemaat HOG dan Pasar Tos 3000 Sumbang 16 Pasien Positif Corona Baru di Batam

 

Ditemukan Klaster Misterius

Tidak saja pasien sembuh, Pemkot Batam juga merilis pasien positif untuk update 19 Juni 2020.

Bahkan dari dua pasien positif baru saat ini, satu pasiennya belum diketahui terpapar dari klaster mana.

Pasien baru yang terkonfirasi positif corona yakni, kasus 196 Batam, seorang perempuan berinisial RS (24), Karyawan Dealer Sepeda Motor di Kawasan Nagoya dan tinggal perumahan Kavling Senjulung Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, Batam.

Yang bersangkutan merupakan anak kandung dari Terkonfirmasi Positif kasus 172 Batam yang merupakan teman dan tetangga dari kasus Terkonfirmasi Positif kasus 164 Batam inisial LS Tukang Urut atau Pijat panggilan yang berkaitan dengan  klaster jemaat HOG Eden Park.

Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan tidak memiliki riwayat bepergian dan sudah dirumahkan dari tempatnya bekerja sejak dua bulan yang lalu.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan  tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti,” jelas Rudi.

Kemudian kasus 197 Batam, seorang laki-laki berinisial MDA (19), belum bekerja dan tinggal di perumahan Tembesi Sidomulyo Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung, Batam.

"Kasus 197 Batam ini pasien positif baru dan belum diketahui klaster penyebarannya," papar Rudi.

Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan pada tanggal 17 Juni 2020 datang memeriksakan diri ke RS Bhayangkara Batam untuk melakukan RDT secara mandiri guna keperluan persyaratan penerbangan ke Jakarta.

Hal ini dilakukan bersangkutan untuk berobat di RS Harapan Kita sesuai rujukan dari dokter spesialis jantung pada salah satu rumah sakit di Batam.

Namun hasil yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut disimpulkan, kasus 197 Batam ini Ig.G Reaktif, selanjutnya diteruskan dengan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi Positif.

"Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan cukup baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, namun memiliki riwayat penyakit jantung,” pungkas Rudi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X