Obyek Wisata TSTJ Solo Akan Dibuka, tapi Hanya untuk Usia 18 Tahun ke Atas

Kompas.com - 14/06/2020, 18:17 WIB
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2020). Dokter hewan di TSTJ, Hammada Raudlowi menyebutan bahwa pihak pengelola TSTJ lebih intensif melakukan perawatan semua satwa dengan pemenuhan kebutuhan makanan dan tambahan multivitamin serta pembersihan kandang sselama status Kejadian Luar Biasa (KLB) Solo, untuk mematuhi anjuran pemerintah mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/MAULANA SURYAHarimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2020). Dokter hewan di TSTJ, Hammada Raudlowi menyebutan bahwa pihak pengelola TSTJ lebih intensif melakukan perawatan semua satwa dengan pemenuhan kebutuhan makanan dan tambahan multivitamin serta pembersihan kandang sselama status Kejadian Luar Biasa (KLB) Solo, untuk mematuhi anjuran pemerintah mencegah penyebaran COVID-19.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Obyek wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, akan kembali dibuka untuk umum mulai minggu depan, Jumat (19/6/2020).

Meski akan dibuka untuk pengunjung, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, akan menerapkan sejumlah prosedur.

Selain protokol kesehatan, para pengunjung yang datang juga akan dilakukan pembatasan, baik jumlah maupun usianya.

"Kita tetap mengimbau pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga apa yang telah diatur oleh TSTJ harus diikuti secara keseluruhan," jelas Rudy.

"Pengunjung yang boleh datang adalah usia 18 tahun ke atas. Dan, saya minta untuk diatur. Pengunjung jangan seharian di sini," terang Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Taman Satwa Taru Jurug Solo Akan Dibuka Kembali Pekan Depan

Rudy menegaskan, bahwa untuk anak-anak dan ibu hamil untuk sementara dilarang masuk di area TSTJ.

Hal itu dilakukan karena mereka dianggap rentan dapat tertular Covid-19.

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum membuka obyek wisata itu, pihaknya mengaku akan menyediakan sejumlah perlengkapan.

Mulai bilik antiseptik, hand sanitizer, dan petugas untuk mengecek suhu tubuh bagi setiap pengunjung yang datang.

Sementara itu, Direktur Utama TSTJ Solo Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, untuk mengantisipasi adanya kerumunan, pihaknya akan membatasi jumlah pengunjung 1.000 per hari.

Baca juga: Pergoki Remaja Berbuat Mesum, Ketua RT Gadungan Ini Ikat Pasangan Pria di Pohon dan Perkosa Perempuannya

Bahkan dari jumlah itu, akan dibagi dua kelompok. Yaitu kelompok pertama pukul 09.00 WIB -12.00 WIB sebanyak 500 orang dan kelompok kedua pukul 13.00 WIB -16.00 WIB sebanyak 500 orang.

"PKL juga kita minta tidak menyediakan makan di tempat, tapi dibungkus. Sesuai arahan Bapak Wali Kota akan dibuka Jumat depan," terangnya.

Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X