Kapolda Sulsel Duga Penolakan Rapid Test dan Ambil Paksa Jenazah di Makassar Dipicu Hoaks

Kompas.com - 08/06/2020, 15:39 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menyebut aksi penolakan warga terhadap rapid test atau tes cepat dan swab test di Kota Makassar dilatari oleh penyebaran berita hoaks oleh oknum tertentu.

Guntur mengatakan, saat ini warga dihantui oleh pernyataan-pernyataan orang yang tidak bertanggung jawab tentang penanganan virus corona.

Hal ini kemudian memunculkan aksi blokir jalan oleh warga untuk menghadang petugas masuk ke lingkungan mereka saat hendak melakukan tes cepat atau swab test.

"Padahal sebenarnya rapid test itukan menolong masyarakat untuk mengetahui kondisinya sejauh mana saat ini," kata Guntur saat ditemui di kantor IDI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Gugus Tugas Tracing Keluarga yang Terlibat Pengambilan Jenazah PDP di Makassar

Menurut Guntur, penyebaran berita hoaks tersebut juga membuat keluarga pasien PDP yang meninggal rela mengambil paksa jenazah keluarganya di rumah sakit dan mengabaikan protap pemakaman Covid-19 berstandar WHO.

Menanggapi hal tersebut, saat ini kata Guntur, pihaknya melalui penyidik reserse dan tim intelijen sudah melakukan penelusuran untuk mengusut pelaku penyebaran hoaks tersebut.

"Banyak personel kita dari reserse dan intelijen sudah menelusuri kira-kira siapa-siapa yang bermain di belakang ini. Kalau ditemukan ada kita akan proses hukum," imbuh Guntur.

Mantan Wakapolda Sulsel tersebut pun mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayai informasi yang disampaikan pemerintah dan aparat hukum terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Lagi, Jenazah PDP Corona di Makassar Diambil Paksa, Datang 150 Orang Terobos Barikade

Dia juga mengingatkan warga untuk tidak khawatir dengan informasi yang intimidatif yang pada akhirnya membuat warga tidak mempercayai tenaga kesehatan dan pemerintah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X