Kompas.com - 08/06/2020, 07:59 WIB
Sejumlah warga saat mengurus surat untuk perjalanan udara di posko gustu Covid-19 Bangka Belitung, Minggu (7/6/2020). KOMPAS.com/HERU DAHNURSejumlah warga saat mengurus surat untuk perjalanan udara di posko gustu Covid-19 Bangka Belitung, Minggu (7/6/2020).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi untuk bisa melakukan perjalanan menggunakan pesawat di masa pandemi virus corona atau Covid-19, dinilai cukup merepotkan.

Misalnya, lokasi pengurusan surat yang terpencar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuat warga harus mengeluarkan biaya ekstra.

"Kami dari Pesaren Belinyu harus minta surat ke Posko Gugus Tugas itu jaraknya hampir 100 kilometer, bisa 2,5 jam perjalanan," kata Jafar salah satu calon penumpang pesawat yang bercerita kepada Kompas.com di Posko Gugus Tugas Bangka Belitung, Minggu (7/6/2020).

Baca juga: Cerita Penggali Kubur Khusus untuk Jenazah Pasien Covid-19

Menurut Jafar, dia baru mengetahui bahwa harus mengurus surat di Posko Gugus Tugas.

Semula syarat yang diketahuinya hanya berupa hasil rapid test dan surat pengantar kerja.

Selain itu, dia juga harus mengantongi surat dari RT/RW dan kelurahan setempat.

"Lokasinya jauh terpisah-pisah. Untuk rapid test beda lagi," kata Jafar yang tergabung dalam kelompok usaha nelayan.

Pria yang berambut gondrong ini rencananya akan berangkat ke Jakarta bersama tiga rekannya.

Jafar dan kawan-kawan juga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 400.000 per orang untuk biaya rapid test.

Baca juga: RS Khusus Karantina Covid-19 Akan Dibangun di Bangka Belitung

Sementara itu, harga tiket pesawat yang harus dibayar mengalami kenaikan dibanding hari biasanya.

Saat dicek pada Minggu siang, menurut Jafar, dia mendapatkan tiket Pangkalpinang - Jakarta seharga Rp 900.000.

Sedangkan pada hari biasanya, harga tiket ekonomi berkisar Rp 500.000.

Asong salah satu calon penumpang lainnya juga mengeluhkan hal serupa.

Ia datang dari Pemali Bangka dengan jarak tempuh 40 kilometer menuju Posko Gugus Tugas.

"Banyak surat yang harus dibawa, dari RW, tempat kerja dan rapid test. Setelah dapat surat belum tentu juga rapid test bisa diperbolehkan," ujar Asong.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X