Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Kompas.com - 07/06/2020, 08:45 WIB
Seorang petugas medis yang mengenakan APD lengkap diteriaki warga saat hendak melakukan rapid test di Kelurahan Layang, Makassar, Sabtu (6/6/2020). Dok IstimewaSeorang petugas medis yang mengenakan APD lengkap diteriaki warga saat hendak melakukan rapid test di Kelurahan Layang, Makassar, Sabtu (6/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebuah peristiwa penolakan warga akan kedatangan petugas medis kembali terjadi di Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sabtu (6/5/2020).

Penolakan tersebut dilakukan warga setelah petugas medis yang datang dengan ambulans dan mengenakan baju hazmat hendak memasuki permukiman warga untuk melakukan rapid test atau tes cepat. 

Peristiwa tersebut juga direkam oleh warga sekitar dan menjadi viral di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp Grup.

Baca juga: Tolak Rapid Test, Warga di Ambon Demo dan Hadang Petugas Medis

Dalam video itu, warga menghadang kedatangan petugas medis dengan memblokade jalan dan memasang spanduk menolak rapid test

Selain itu, teriakan olok-olok dari warga juga bergema saat petugas medis yang turun dari mobil memasuki permukiman.

Kapolsek Tallo Kompol Amrin mengatakan bahwa peristiwa tersebut akhirnya reda setelah Bhabinkamtibmas datang dan menenangkan warga. 

Penolakan tersebut terjadi karena warga mengira petugas medis dari puskesmas setempat memaksakan untuk melakukan tes. 

"Bhabinkamtibmas kami ada disitu jadi dia yang amankan. Rapid test-nya tetap jalan, tapi kan masyarakat disitu dikira mau dipaksakan. Jadi tidak ada masalah," kata Amrin kepada Kompas.com saat dihubungi.

Penolakan dan ketidakpercayaan warga pada tim medis terkait penanganan Covid-19 di Makassar dalam sepekan terakhir memang kerap terjadi.

Puncaknya, 3 pasien PDP yang meninggal dunia di 3 rumah sakit berbeda diambil paksa oleh keluarganya dan menolak dimakamkan dengan protap pemakaman Covid-19.

Ketiga pasien tersebut ada di Rumah Sakit Dadi, Rumah Sakit Labuang Baji, dan Rumah Sakit Stella Maris. Ketiganya diambil saat sampel swabnya belum diuji di laboratorium.

Di Kota Makassar sendiri, kasus positif corona terus bertambah. Data Gugus Tugas Makassar Sabtu (6/6/2020), menunjukkan, kasus positif corona sudah mencapai 1.046 kasus.

Baca juga: Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dari angka tersebut, sebanyak 517 di antaranya masih dirawat, 451 sembuh, dan 78 meninggal dunia.

Selain kasus positif, pasien PDP Covid-19 yang masih dirawat di Makassar ada 366 orang. Sementara untuk angka orang dalam pemantauan ada 139 orang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X