Kompas.com - 06/06/2020, 10:03 WIB
Alemanek Bagau, salah satu tenaga medis yang menjadi korban penembakan oleh KKB Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, tengah dievakuasi di Bandara Sugapa menuju Bandara Nabire, Papua, Sabtu (23/5/2020) Dok Humas Polda PapuaAlemanek Bagau, salah satu tenaga medis yang menjadi korban penembakan oleh KKB Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, tengah dievakuasi di Bandara Sugapa menuju Bandara Nabire, Papua, Sabtu (23/5/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kabupaten Intan Jaya, Papua, dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi sorotan karena keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beberapa kali berulah dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Namun, di sisi lain, Intan Jaya menjadi satu dari sedikit kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki kasus positif virus corona atau Covid-19.

Bahkan saat ini, di Intan Jaya juga tidak terdapat orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Puji Tuhan di Intan Jaya tidak ada kasus Covid-19. Awalnya memang ada ODP, namun sudah bebas setelah menjalani karantina mandiri dan juga penanganan yang baik dari petugas kesehatan. Untuk itu, kami siap menerapkan new normal," ujar Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, di Jayapura, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: 5 Petugas Puskesmas di Kota Jayapura Terinfeksi Virus Corona

Minimnya akses transportasi di Intan Jaya yang biasa selalu menjadi kendala dalam proses pembangunan, justru saat masa pandemi virus corona menjadi sebuah keuntungan.

Untuk menuju Intan Jaya, kini sudah ada pilihan dua moda transportasi, yaitu melalui jalur darat dan udara.

Untuk jalur darat, kendaraan bermotor harus menempuh jakarak 74 km dari Enarotali, Kabupaten Paniai, ke Distrik Sugapa, yang merupakan ibukota dari Intan Jaya.

Namun, warga yang hendak melintas jalur tersebut harus melewati medan yang tidak mudah karena kondisi geografisnya berbukit-bukit dan sebagian besar jalannya belum beraspal.

Kemudian, jalur lainnya adalah moda transportasi udara. Untuk ke Bandara Sugapa yang hanya bisa didarati oleh pesawat berbadan kecil, warga harus terbang daru Bandara Nabire atau Mimika.

Waktu terbangnya pun hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X