Persiapan New Normal, Polres Salatiga Siapkan Kampung Siaga Covid-19

Kompas.com - 05/06/2020, 20:26 WIB
Kapolres Salatiga AKBP Rahmat Hidayat menyerahkan bantuan untuk warga terdampak Covid-19. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKapolres Salatiga AKBP Rahmat Hidayat menyerahkan bantuan untuk warga terdampak Covid-19.

SALATIGA, KOMPAS.com - Kampung Siaga Covid-19 di Kota Salatiga bertambah menjadi lima daerah.

 

Penambahan jumlah kampung siaga ini dikarenakan masih tingginya pasien positif yang dirawat di rumah sakit.

"Tujuan utama pencanangan kampung ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19," ujar Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Rahmad mengatakan, pencanangan Kampung Siaga Covid-19 menyasar pada kluster besar seperti Cempaka di Kecamatan Sidorejo dan Blondocelong serta Macanan di Kecamatan Tingkir.

"Kita berupaya hadir di masyarakat yang di daerahnya membutuhkan pengawasan lebih untuk memutus Covid ini. Polres Salatiga siap juga menyiagakan anggota jika memang dibutuhkan masyarakat dalam pengawasan wilayah," ujarnya

Baca juga: Wali Kota Salatiga Klaim Sudah Lewati Puncak Pandemi Covid-19

Selain itu, kata Rahmad, Kampung Siaga Covid-19 sebagai bentuk dukungan kepolisian dalam memutus penularan virus tersebut.

"Termasuk nantinya jika pemerintah kota menetapkan new normal, maka kita semua sudah siap. Termasuk dukungan yang dibutuhkan maka kepolisan siap mengerahkan anggota," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Sidorejo Lor Bambang mengungkapkan di wilayahnya terdapat episentrum Covid-19, yakni kawasan Cempaka.

"Dengan adanya Kampung Siaga Covid ini, tentu masyarakat akan lebih yakin dan nyaman dalam menerapkan aturan protokol kesehatan," ungkapnya.

Baca juga: New Normal Parsial, Cara Salatiga Tangani Covid-19

Ketua RW 003 Jetis Wetan Hermawan mengatakan, ada 12 warganya yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kami sejak Maret sudah mengerahkan pemuda untuk melakukan pencegahan, dengan melakukan penyemprotan, namun ternyata pertahanan tersebut jebol," jelasnya.

Dia mengakui wilayahnya termasuk kawasan padat penduduk karena letaknya yang cukup strategis berdekatan dengan UKSW dan berbagai sekolah.

"Pencanangan Kampung Siaga Covid-19 diharapkan tidak ada lagi warga Jetis Wetan yang tertular corona," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X