Dua Terduga Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Terekam CCTV

Kompas.com - 01/06/2020, 22:26 WIB
Dua terduga pelaku pelemparan bom molotov ke rumah pegawai PT Tanjung Karang terekam kamera CCTV. (FOTO: Tangkapan layar) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Dua terduga pelaku pelemparan bom molotov ke rumah pegawai PT Tanjung Karang terekam kamera CCTV. (FOTO: Tangkapan layar)

BANDAR  LAMPUNG, KOMPAS.com - Dua terduga pelaku pelemparan bom molotov ke rumah pegawai Pengadilan Tinggi (Tinggi) Tanjung Karang terekam kamera CCTV.

Kedua terduga pelaku itu terekam kamera CCTV milik salah satu tetangga korban di Perumahan Kedaton Asri, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.

Diketahui, rumah milik Kasubbag Kepegawaian dan Teknologi Informasi PT Tanjung Karang, Aznel Mahendra itu terbakar setelah dilempar bom molotov pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Baca juga: Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Dari salinan rekaman kamera CCTV yang diterima Kompas.com, kedua terduga pelaku itu mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah-putih.

Satu orang yang mengemudikan sepeda motor mengenakan pakaian lengan panjang dan celana berwarna cokelat.

Sedangkan satu orang lain yang dibonceng mengenakan pakaian serba putih. Pembonceng ini juga terlihat membawa kantung plastik warna merah.

Diduga, kamera CCTV itu merekam saat kedua pelaku menuju lokasi kejadian. Karena kantung plastik itu ditemukan di depan rumah korban bersama satu botol berisi bensin yang belum dinyalakan.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Polisi (Kompol) Rosef Effendi mengonfirmasi kedua orang yang terekam itu diduga adalah pelaku pelemparan.

Hal ini sesuai dengan ciri-ciri yang telah disampaikan oleh petugas keamanan perumahan pada saat hari kejadian.

"Untuk sementara, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku ada dua orang," kata Rosef saat dihubungi, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Regional
Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Regional
KKP Dinilai Langgar Kesepakatan dengan Komisi IV soal Ekspor Benih Lobster

KKP Dinilai Langgar Kesepakatan dengan Komisi IV soal Ekspor Benih Lobster

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X