Bayi 9 Bulan Positif Corona, Diduga Tertular Ayah yang Mudik dari Riau

Kompas.com - 29/05/2020, 07:57 WIB
Ilustrasi bayi. SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi.

MAGELANG, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengumumkan dua tambahan pasien baru yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Dua pasien tersebut adalah bayi berusia 9 bulan dan dan laki-laki usia 64 tahun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menerangkan Kedua pasien dinyatakan positif pada Rabu (27/5/2020) sore.

Padahal sudah dua pekan tidak ada penambahan pasien positif di Kota Magelang.

Dua pasien ini menjalani tes swab pada Senin (25/5/2020) saat pertama masuk ke RSUD Tidar. 

Baca juga: Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Pasien bayi awalnya alami gejala flu

Majid menjelaskan, pasien bayi berasal dari Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah. Ia diduga tertular oleh bapaknya yang diketahui baru pulang dari Provinsi Kepulauan Riau.

“Pasien masuk rumah sakit setelah mengalami gejala flu, muntah, dan beraknya cair. Informasi yang diperoleh, bapak dari bayi baru pulang dari Riau," ucap Majid, Kamis (28/5/2020) malam.

Sedangkan laki-laki berusia 64 tahun berasal dari Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara. Ia memiliki riwayat pergi ke Kabupaten Temanggung pada 15 Mei 2020. 

"Keduanya kini masih di ruang isolasi. Si bayi diisolasi bersama dengan ibunya, sedangkan yang lansia ditunggui istrinya,” katan Majid, yang juga Plt Kepala Dinkes Kota Magelang itu.

Baca juga: Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Petugas medis dan warga di-swab

Selanjutnya orang yang kontak erat dengan bayi, langsung menjalani tes swab pada Kamis (28/5/2020). Termasuk yang kontak erat dengan lansia tersebut. 

Bahkan, petugas medis pada Rabu (27/5/2020) dan Kamis (28/5/2020) menjemput pihak keluarga dan warga yang kontak erat dengan lansia tersebut untuk diperiksa.

Pihaknya juga masih membujuk warga yang sempat berinteraksi dengan dua pasien ini.

“Yang kontak erat dengan dua pasien itu kita periksa kesehatannya di RSUD Budi Rahayu Magelang. Untuk jumlahnya berubah-ubah, tapi tadi pagi saya lihat ada sekitar 18 orang yang diperiksa," katanya.             

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X