Kisah Buruh Bangunan di Malaysia, 3 Bulan Menganggur, Nekat Pulang Kampung Lewat Jalur Tikus

Kompas.com - 28/05/2020, 15:45 WIB
Sebanyak 21 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia diamankan petugas di Pantai Kambilik, Kabupaten Asahan pada Rabu (27/5/2020). Mereka menyeberang dari Sikincan, Malaysia ke Indonesia menggunakan kapal tongkang melalui jalurtikus Dok. Polres Tanjung BalaiSebanyak 21 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia diamankan petugas di Pantai Kambilik, Kabupaten Asahan pada Rabu (27/5/2020). Mereka menyeberang dari Sikincan, Malaysia ke Indonesia menggunakan kapal tongkang melalui jalurtikus

MEDAN, KOMPAS.com - Sudah 3 bulan Adi (31), warga Tanjung Balai menganggur di Klang, Malaysia akibat mewabahnya Corona atau Covid-19. Lockdown membuat dirinya tak lagi dipekerjakan sebagai tukang bangunan. Dia pun akhirnya pulang ke Indonesia melalui jalur 'tikus'.

Situasi sulit yang dialaminya selama di Malaysia memaksanya mencari informasi untuk dapat pulang ke kampung halamannya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seseorang bernama Busran.

"Saya disuruh naik taksi dari Klang ke Sikincan, Malaysia," katanya sebagaimana disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kassubag Humas Polres Tanjung Balai, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Nelayan Lihat Sekelompok Orang di Perairan Labura, Ternyata Ratusan TKI Ilegal

Bayar jutaan rupiah untuk naik tongkang

Dijelaskannya, setibanya di Sikincan, Malaysia, pada Selasa (26/5/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, Adi bersama dengan 7 orang lainnya dinaikkan ke 3 kapal tongkang Malaysia.

Dia harus membayar ongkosnya 900 RM (sekitar Rp 3 juta). Dalam 1 tongkang, ada 2 orang atau 3 orang (TKI).

"Sekitar jam 23.30 waktu Malaysia, semua dipindahkan ke kapal tongkang Indonesia. Lokasinya tidak diketahui," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 05.00 WIB, Adi ersama teman-temannya yang lain diturunkan di pinggir hutan Pantai Kambilik, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. 

Pukul 11.00 WIB, para TKI menelusuri jalan keluar dari Pantai Kambilik menuju jalan besar di Tanjung Balai Asahan dan tiba di jalan besar.

Baca juga: Kisah 13 TKI Telantar di Hutan Bakau, Tak Saling Kenal, Terombang-ambing 4 Hari di Tengah Laut

Terbongkar karena ada saksi mata yang melapor

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, sekitar jam 13.00 WIB para TKI menemukan becak motor.

Ternyata, ada seseorang nelayan menghubungi personil Patroli Sat Polair yang sedang tugas di perairan Tanjung Balai dan memberitahu bahwa ada TKI ilegal di Kambilik, Asahan.

"Dengan informasi tersebut, petugas patroli perairan sat Polair bersama BKO Polairud Polda Sumut meluncur ke lokasi dan tiba di Kambilik sekitar jam 13.45 WIB. Selanjutnya mengamankan para TKI ilegal sejumlah 21 orang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 5 orang perempuan," katanya.

Dikatakannya, anggota Sat Polair Tanjung Balai kemudian berkoordinasi dengan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjung Balai untuk mengevakuasi TKI ilegal ke Pos Induk di Kec. Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai.  

Baca juga: Sekelompok Orang Berkumpul Dini Hari di Tepi Pantai, Rupanya TKI yang Masuk Lewat Jalur Tikus dan Ditolak Masyarakat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.