Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Kompas.com - 28/05/2020, 08:25 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat koordinasi di Bakorwil III Malang, Rabu (27/5/2020) malam. KOMPAS.COM/ANDI HARTIKGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat koordinasi di Bakorwil III Malang, Rabu (27/5/2020) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu akan memberlakukan masa transisi sebelum memasuki fase new normal.

Masa transisi itu akan berlangsung selama tujuh hari setelah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir pada Sabtu (30/5/2020) nanti.

"Transisi yang kita ambil adalah tujuh hari. Kita akan lihat dan akan kita evaluasi selama tujuh hari. Mudah-mudahan setelah tujuh hari itu nanti masuk ke new normal life," kata Wali Kota Malang Sutiaji usai rapat dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (27/5/2020) malam.

Baca juga: Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Sutiaji mengatakan, pemerintah di Malang Raya, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang sudah sepakat untuk menerapkan PSBB hanya satu periode.

Karenanya, PSBB yang efektif diberlakukan sejak Minggu (17/5/2020) akan berakhir pada Sabtu (30/5/2020).

Ada banyak pertimbangan untuk tidak memperpanjang PSBB. Salah satunya adalah kasus Covid-19 yang sudah bisa dikontrol.

Menurutnya, penambahan pasien positif yang terjadi dalam waktu dekat ini merupakan hasil pemeriksaan sebelum PSBB.

"Tadi di kami ada penambahan (pasien positif), itu swab-nya 14 hari yang lalu. Tapi tingkat kepatuhan masyarakat sudah signifikan, tingkat pemahaman masyarakat sudah signifikan," jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

Namun, berakhirnya PSBB bukan berarti kasus Covid-19 di Malang sudah selesai.

Menurutnya, pola hidup berdasarkan protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dipertahankan, bahkan saat memasuki fase new normal.

"Pasca-PSBB bukan berarti Covid-19 selesai. Ini masih belum masuk pada new normal, tapi kita masuk pada transisi. Bagaimana pola hidup dan gaya hidup ketika PSBB itu nanti diboyong pada masa transisi dan masa new life," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X