Belasan Muda Mudi Tasikmalaya Pesta Miras Saat Malam Takbiran, Dua Orang di Antaranya Suami Istri

Kompas.com - 24/05/2020, 05:38 WIB
Belasan muda mudi malah menggelar pesta miras saat malam takbir di Kawasan Dadaha dan diamankan tim Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (24/5/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABelasan muda mudi malah menggelar pesta miras saat malam takbir di Kawasan Dadaha dan diamankan tim Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (24/5/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Belasan muda mudi di Kota Tasikmalaya malah menggelar pesta minuman keras (miras) saat malam takbiran, Sabtu (24/2/2020) malam.

Mereka diamankan petugas Sabhara Polres Tasikmalaya Kota di Kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Saat diperiksa, diketahui dua orang diantaranya berstatus suami istri.

"Saat melakukan penyisiran di sejumlah titik oleh anggota saat malam takbir, kami menemukan sejumlah muda mudi yang malah berkerumun di tempat terbuka sedang melakukan pesta miras. Kita langsung bubarkan dan membawa mereka ke mako," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, Minggu (25/5/2020) dini hari.

Baca juga: Pesta Miras Saat Malam Takbiran, Puluhan Berandal Motor Bentrok di Sumedang

Anom mengatakan, petugas mendapatkan dua botol miras jenis ciu dan satu lembar dextro yang masuk dalam kategori obat-obatan keras.

Beberapa orang perempuan yang sedang terpengaruh miras diamankan petugas karena kedapatan membawa dextro.

"Pada masa pandemi Corona ini, kami bersama pemerintah sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tak berkerumun apalagi menggelar pesta miras saat malam Lebaran," tambah Anom.

Mereka kemudian dihukum push up dan sit up sebanyak 50 kali.

Baca juga: Tersangka Pemerkosaan Menikah di Ruang Besuk Tahanan Polres Baubau

Tim Sabhara Polres Tasikmalaya juga menyusuri pusat kota untuk membubarkan kerumunan orang saat malam takbir.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran menjalankan anjuran pemerintah atas bahaya wabah corona selama ini. Pemerintah selama ini meminta kepada warga untuk tetap diam di rumah saja dalam upaya memutus mata rantai covid-19," ujar dia.

Polisi meminta kepada setiap orangtua untuk memantau anak-anaknya agar tidak nongkrong di luar rumah.

"Jika anaknya yang masih suka nongkrong terjangkit, tentunya saat pulang ke rumah orang tuanya pun akan rawan tertular," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X