Peringatkan Warga yang Padati Pusat Perbelanjaan, 5 Peti Jenazah Corona Diarak Keliling Kota

Kompas.com - 23/05/2020, 11:49 WIB
Peti jenazah corona diarak keliling kota untuk memperingatkan warga yang memadati pusat perbelanjaan di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). KOMPAS.COM/DOK PEMKAB BANJARNEGARAPeti jenazah corona diarak keliling kota untuk memperingatkan warga yang memadati pusat perbelanjaan di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, pasar tradisional dan pertokoan modern di Banjarnegara, Jawa Tengah, dipadati pengunjung.

Masyarakat seolah tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa dan menghiraukan protokol kesehatan.

Gugus Tugas Percerpatan Penanganan Covid-19 Banjarnegara memutar otak untuk menggugah kesadaran masyarakat agar menghindari kerumunan yang berpotensi menyebar virus corona baru.

Salah satunya, dengan mengarak lima ' peti jenazah corona' menggunakan dua kendaraan bak terbuka.

Petugas mengarak peti itu berkeliling kota selama tiga hari, 21-23 Mei 2020.

Baca juga: Viral, Video Petugas RS Minta Uang Rp 3 Juta untuk Pemulasaraan Jenazah PDP Corona

 

Petugas juga memberi imbauan menggunakan pengeras suara di pusat keramaian.

"Kami minta masyarakat untuk menahan diri, jangan berkerumun, segeralah pulang, karena virus corona masih ada dimana-mana. Sayangilah diri dan keluarga Anda," kata salah satu relawan di mobil tersebut.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, peti jenazah itu merupakan simbol bahaya penyebaran Covid-19.

"Saya mohon masyarakat menjaga diri. Kita sudah dinilai baik dalam penanganan wabah corona. Pasien banyak yang sembuh, jumlah pasien juga terkendali. Jadi jangan rusak kondisi yang sudah bersama-sama kita bangun dengan baik sebelumnya," kata Budhi ketika dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2020).

Bupati Banjarnegara Budhi SarwonoKOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono

Budhi yang akrab disapa Wing Chin ini khawatir kerumunan warga bisa membuat kasus positif Covid-19 melonjak.

"Mohon kerja samanya, kalau masyarakat turun seperti ini kita khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Budhi.

Budhi juga meminta masyarakat menghargai petugas medis yang sudah mempertaruhkan waktu, tenaga, dan keahliannya untuk menangani pasien corona.

Baca juga: KKB Tembak 2 Tenaga Medis di Intan Jaya, Polisi: Diadang Saat Antar Obat Penanganan Covid-19

"Tolong, hargai dokter, perawat dan petugas medis lain yang ada di garda depan melawan corona. Ayo kita pertahankan Banjarnegara tetap sehat dan kondusif, sayangi diri dan keluarga Anda dengan tetap di rumah, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang benar-benar penting," kata Budhi.

Hingga Jumat (22/5/2020), terdapat 36 kasus positif Covid-19 di Banjarnegara. Rinciannya, 15 pasien sembuh dan 21 orang masih dirawat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X