Kena PHK, Pemuda Ini Pilih Pulang Kampung, Rela Dikarantina di Tengah Hutan

Kompas.com - 22/05/2020, 10:35 WIB
Wisma Sermo di Kalurahan Hargowilis, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisinya rusak dan tak terawat. Bangunan di tengah hutan lindung ini jadi tempat isolasi 3 warga Hargowilis yang mudik atau pulang kampung. KOMPAS.COM/DANI JULIUSWisma Sermo di Kalurahan Hargowilis, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisinya rusak dan tak terawat. Bangunan di tengah hutan lindung ini jadi tempat isolasi 3 warga Hargowilis yang mudik atau pulang kampung.

KULON PROGO, KOMPAS.com -Tyas Muqori (19) mudik ke Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pengakuannya, ia terpaksa pulang karena kena PHK perusahaan sebagai dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Sesampainya di Kulon Progo, Tyas langsung masuk ke sebuah bangunan besar di tengah hutan suaka margasatwa di Bibis, Hargowilis. Ia masuk gedung ini untuk menjalani karantina mandiri sampai dua pekan berikutnya.

“Tidak sempat pulang ke rumah. Saya sudah komunikasi (tahu) sejak di sana. Saya langsung masuk sini,” kata Tyas berbincang dari jarak jauh, Kamis (21/5/2020).

Baca juga: Istri Sekda Maluku Sembuh dari Covid-19 Setelah 10 Hari Jalani Karantina Mandiri

Tyas buruh perusahaan manufaktur yang memproduksi rangka motor. Produksi perusahaan berhenti seiring tidak adanya permintaan perusahaan perakit kendaraan. Banyak karyawan dirumahkan, banyak pula yang PHK. Tyas salah satu yang kena PHK. 

Sulit bertahan lama di Cikarang di tengah pandemi yang tidak pasti kapan berakhir. Ia memilih pulang. 

“Ada 20 teman saya (sama-sama dari Kulon Progo) semuanya sama (pulang). Sama satu sekolah dulu,” kata Tyas. 

Beragam cara warga mengkarantina mereka yang mudik atau pulang kampung. Ada yang menyediakan ruang sekolah hingga bangunan kosong untuk isolasi.

Kali ini, warga  menempatkan pada sebuah wisma di tengah hutan. Tyas pun tidak menolak masuk bangunan gedung besar di tengah hutan seperti ini.

Tyas tidak sendiri. Dua orang lain juga menjalani karantina serupa di gedung ini. Satu orang berasal dari Pedukuhan Tegiri. Ia bekerja di Godean, Sleman, DIY. Tapi karena pandemi, ia mencoba bertahan di sana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes DIY Butuh 200 Relawan Nakes, Baru Dapat 26 Orang

Dinkes DIY Butuh 200 Relawan Nakes, Baru Dapat 26 Orang

Regional
Fakta Wanita Tewas di Kamar Hotel, Dibunuh Teman Kencan, Pelaku Ditangkap

Fakta Wanita Tewas di Kamar Hotel, Dibunuh Teman Kencan, Pelaku Ditangkap

Regional
Perjalanan Kristen Gray dari Amerika Serikat hingga Tinggal di Bali, Viral gara-gara Cuitan di Twitter

Perjalanan Kristen Gray dari Amerika Serikat hingga Tinggal di Bali, Viral gara-gara Cuitan di Twitter

Regional
Detik-detik 100 Warga Tak Terkendali Terobos Rumah Sakit dan Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Detik-detik 100 Warga Tak Terkendali Terobos Rumah Sakit dan Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Longsor, Roland Hilang Saat Berusaha Selamatkan 2 Sepeda Motor

Longsor, Roland Hilang Saat Berusaha Selamatkan 2 Sepeda Motor

Regional
3.464 Tenaga Kesehatan di Kota Jayapura Mulai Divaksin Covid-19

3.464 Tenaga Kesehatan di Kota Jayapura Mulai Divaksin Covid-19

Regional
Putusan Banding, Vonis Jerinx Berkurang Jadi 10 Bulan Penjara

Putusan Banding, Vonis Jerinx Berkurang Jadi 10 Bulan Penjara

Regional
100 Warga Terobos Rumah Sakit, Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dengan Pikap

100 Warga Terobos Rumah Sakit, Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dengan Pikap

Regional
Dua Geng Motor Bentrok Saat Galang Donasi Longsor Sumedang, 1 Tewas, 3 Ditangkap, 1 Buron

Dua Geng Motor Bentrok Saat Galang Donasi Longsor Sumedang, 1 Tewas, 3 Ditangkap, 1 Buron

Regional
Fakta Kristen Gray Ajak Turis Ramai-ramai Tinggal di Bali, Terdeteksi di Karangasem hingga Diperiksa Imigrasi

Fakta Kristen Gray Ajak Turis Ramai-ramai Tinggal di Bali, Terdeteksi di Karangasem hingga Diperiksa Imigrasi

Regional
Reklamasi Laut PT Timah, Tahun Ini Target Bangun 1.920 'Fish Shelter'

Reklamasi Laut PT Timah, Tahun Ini Target Bangun 1.920 "Fish Shelter"

Regional
Ridwan Kamil Imbau Pejabat Publik Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ridwan Kamil Imbau Pejabat Publik Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Belum Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Belum Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

Regional
MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

MK Tampung 7 Gugatan Paslon di Pilkada Serentak Sumbar 2020

Regional
Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X