Rahwana dan Hanoman Jaga Pintu Masuk Desa, Sosialisasikan Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 19:58 WIB
Hanoman dan Rahwana meminta warga cuci tangan di Desa Adat Yeh Gangga IstimewaHanoman dan Rahwana meminta warga cuci tangan di Desa Adat Yeh Gangga

TABANAN, KOMPAS.com - Desa Adat di Bali menjadi salah satu garda terdepan dalam memutus penyebaran penyakit Covid-19 di Pulau Dewata.

Berbagai cara mereka lakukan untuk mengedukasi warganya untuk patuh terhadap imbauan pemerintah.

Seperti yang dilakukan oleh Desa Adat Yeh Gangga, Tabanan, Bali, dalam beberapa hari terakhir.

Warga yang terbabung dalam Sekaa Kecak Batu Bolong menampilkan tari kecak lengkap dengan busana tokoh Hanoman, Rahwana, Punakawan dalam epos Ramayana. 

Baca juga: Doakan Perawat Dimatikan oleh Corona, Warganet Dilaporkan ke Polisi

Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia mengatakan, tari kecak dilakukan di Posko Gotong Royong yang berada di pintu masuk desa.

Dalam aksinya, para penari ini menghentikan setiap pengendara yang lewat posko.

Kemudian, mengingatkan masyarakat rajin cuci tangan dan selalu menggunakan masker saat berpergian.

Sementara, untuk yang hendak menuju ke Pantai Yeh Gangga langsung diminta putar balik.

"Untuk ke pantai sudah setop tak boleh lagi berkunjung," kata Dolia, saat dihubungi, Rabu (20/5/2020) sore.

Dolia melanjutkan, Sekaa Kecak Batu Bolong sudah dibentuk sekitar 6 bulan lalu.

Sebelum wabah Covid-19, mereka biasanya tampil tiap Minggu sore di Pantai Yeh Gangga.

Namun, sejak wabah Covid-19, mereka tak pernah lagi menampilkannya atau sejak tiga bulan lalu.

Baca juga: Tertinggi Kasus Positif Covid-19 di Bali, Bangli Sudah 3 Hari Nihil Pasien Baru

Hingga pada Senin (18/5/2020), ia berinisiatif menampilkan tari kecak sembari sosialisasi terkait Covid-19.

"Karena kami lama berjaga di posko sampai jenuh. Kemudian, timbul inisiatif saya untuk mementaskan seni kecak dengan Rahwana, Anoman dan Punakawan sekalian bisa mengedukasi pengunjung yang datang ke wilayah desa adat," kata dia.

Dolia berharap, wabah Covid-19 segera usai.

Sehingga, pantai kembali ramai dan warganya kembali bisa menampilkan tari kecak di Pantai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X