Kompas.com - 09/05/2020, 09:37 WIB
Polisi memeriksa kendaraan bermotor saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/4/2020). Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menerapkan PSBB dalam rangka percepatan penangan COVID-19 selama 14 hari dimulai 24 April hingga 7 Mei 2020. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA SPolisi memeriksa kendaraan bermotor saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/4/2020). Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menerapkan PSBB dalam rangka percepatan penangan COVID-19 selama 14 hari dimulai 24 April hingga 7 Mei 2020.


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dilanjutkan untuk tahap kedua.

Pelaksanaan PSBB dipastikan akan lebih ketat.

Sesuai dengan aturan pada Peraturan Wali Kota (Perwali), seluruh toko non-sembako tidak diperbolehkan lagi untuk beroperasi.

Baca juga: PSBB Banjarmasin Diperpanjang, Pemkot Bentuk 4 Satgas untuk Kawal Penegakkan Aturan

Kepala Pelaksana Harian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin Ichwan Noor Chalik bahkan mengancam akan menutup paksa toko yang buka meski sudah dilarang beroperasi.

"Hukumannya penutupan paksa, kalau ada toko-toko non sembako yang masih buka maka akan kita tutup," ujar Ichwan Noor Chalik dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/5/2020) malam.

Menurut Ichwan, untuk mempertegas penindakan selama masa PSBB tahap kedua, dia sudah meminta kepada Wali Kota Banjarmasin untuk merevisi sejumlah aturan dalam Perwali.

Itu dilakukan agar Satpol PP sebagai penegak Perda bisa bekerja secara maksimal selama masa PSBB tahap kedua.

"Kami sudah minta dengan Wali Kota agar direvisi dan dia sudah setuju, termasuk juga aparat penegak hukum lainnya juga setuju," tutur Ichwan.

Baca juga: Muncul SMS Kata Sayang di Ponsel Istri, Pria Ini Terlibat Perkelahian

Ichwan juga akan mengusulkan pencabutan izin usaha bagi pengusaha yang tetap nekat membuka toko setelah diberi sanksi.

"Kalau berulang baru nanti kita usulkan pencabutan izinnya. Satpol PP hanya melakukan penindakan tapi pencabutan izin ada pada instansi yang lain," kata dia.

Sebelum PSBB tahap kedua, akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu selama 3 hari.

Penerapan Perwali menurut Ichwan baru akan diterapkan pada, Senin (11/5/2020) sampai berakhirnya masa PSBB.

"Kita imbau dulu lebih awal sehingga hari Senin itu sudah tidak ada lagi yang buka," kata Ichwan.

PSBB Banjarmasin tahap kedua sudah resmi diberlakukan pada 8 Mei 2020 dan akan berakhir pada 21 Mei 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X