Kompas.com - 06/05/2020, 11:41 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

KOMPAS.com - Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, aparat Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap enam terduga pelaku pembantaian terhadap empat bersaudara yang ditemukan tewas di sebuah dusun tak jauh dari jalan raya menuju Bandara Ibra, Selasa (5/5/2020) sore.

Keenam pelaku yakni berinisial TO, JR, LL, JRG, HR, dan TR.

Adapun motif pembantaian itu dilatarbelakangi dendam masalah sengketa lahan.

Menurut polisi, para pelaku pembantaian ini masih memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat dengan empat korban.

Saat ini keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Maluku Tenggara.

Berikut ini fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Jenazah ditemukan di hutan

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Alfaris Pattipawae mengatakan, pembunuhan sadis terhadap para korban yang jasadnya ditemukan tewas di hutan itu diperkirakan terjadi pada Pukul 15.00 WIT.

Adapun identitas keempat korban yang tewas dalam pembunuhan sadis tersebut yakni HR (69), FR, ES, ketiganya adalah petani dan AS yang berprofesi sebagai pengacara.

Mengetahui adanya pembunuhan tersebut, sambungnya, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dia memastikan dari hasil olah TKP, keempat warga tersebut tewas dibunuh dengan menggunakan parang dan tombak.

Sebab, di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa parang dan juga tombak yang masih tertancap di salah satu tubuh korban.

“Barang bukti berupa parang dan tombak itu juga sudah kami amankan ke Polres,” ujarnya Alfaris, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.

Baca juga: Fakta Sopir Pikap Tampar Petugas SPBU Perempuan di Jabar, Tak Terima Ditegur, Korban Cabut Laporan

 

2. Empat jenazah dibawa ke RS untuk diotopsi

Ilustrasi rumah sakit, layanan kesehatan dasar disarankan dipisahkan dengan penanganan pasien Covid-19, baik yang ODP maupun PDP.SHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit, layanan kesehatan dasar disarankan dipisahkan dengan penanganan pasien Covid-19, baik yang ODP maupun PDP.

Setelah melakukan olah TKP, lanjut Alfaris, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dengan pemerintah setempat.

Sementara guna untuk kepentingan penyelidikan, jasad para korban dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuittubun Langgur, Maluku Tenggara untuk dilakukan otopsi.

“Jasad, keempat korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi," katanya.

Baca juga: 4 Bersaudara Tewas Dibunuh, Seluruh Jenazah Ditemukan di Hutan

 

3. Dibunuh keluarga sendiri, enam pelaku diamankan

Ilustrasi ditangkapKOMPAS.com/ Junaedi Ilustrasi ditangkap

Alfaris mengatakan, empat warga yang ditemukan tewas di hutan tersebut dibunuh oleh keluarganya sendiri.

“Mereka diduga dibunuh oleh keluarganya sendiri, tapi soal penyebabnya kita masih mendalami,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, sambungnya, pihaknya berhasil menangkap enam terduga pelaku, mereka yakni TO, JR, LL, JRG, HR, dan TR.

Dijelaskan Alfaris, para pelaku pembantaian ini masih memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat dengan keempat korban.

Di mana, para pelaku dan korban merupakan sepupu karena memiliki kakek yang satu.

“Jadi, mereka ini masih keluarga dekat sekali, mereka punya kakek yang satu, tapi kakek mereka itu memiliki istri dua, yang istri pertama dari kakek itu turunannya ke empat korban dan istri kedua itu untuk para terduga pelaku,” jelasnya.

Baca juga: 4 Bersaudara Tewas Dibantai Keluarga Sendiri, Apa Motif Pelaku?

 

4. Motif dendam masalah sengketa lahan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Masih dikatakan Alfaris, adapun motif dari pembantaian empat kakak beradik dan satu keponakan itu diketahui dilatarbelakangi oleh masalah sengketa tanah antara para terduga pelaku dan korban.

“Motif dari kejadian tersebut adalah sengketa tanah warisan yang masih dalam satu garis keturunan,” ujarnya.

Sebelumnya, empat warga Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara ditemukan tewas terbunuh di sebuah dusun tak jauh dari jalan Raya menuju Bandara Ibra, Maluku Tenggara, Selasa sore (5/5/2020).

Keempat korban yang diketahui merupakan kakak beradik dan satu keponakan ini ditemukan tewas dalam kondisi sangat menggenaskan dengan sekujur tubuh penuh luka.

Baca juga: Terungkap, Motif Pembantaian 4 Bersaudara, karena Dendam soal Lahan

 

(Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor : Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X