Zona Merah di Kabupaten Bogor Meluas, Kecamatan Gunung Putri Tertinggi Kasus Covid-19

Kompas.com - 06/05/2020, 06:59 WIB
Peta sebaran zona merah rawan penularan virus corona ada 18 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPeta sebaran zona merah rawan penularan virus corona ada 18 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Sebaran zona merah rawan penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian meluas menjadi 18 zona merah kecamatan.

Meluasnya zona merah itu seiring adanya tambahan sejumlah warga yang dilaporkan terjangkit positif baru Covid-19 sejak awal bulan puasa.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, ada 18 yang masuk dalam zona merah kecamatan rawan penularan.

Dia menyebut, Kecamatan Caringin sebagai zona merah baru setelah ada satu remaja perempuan yang dilaporkan positif terinfeksi oleh tim dokter.

Baca juga: Penyebab Ibu Muda Disekap Suami di Bogor, Cekcok karena Korban Tak Bisa Masak

Adapun penyumbang pasien baru terpapar positif Covid-19 terbanyak berada di empat kecamatan yakni, Gunung Putri, Cileungsi, Cibinong, dan Bojonggede.

Dari jumlah itu, tercatat Kecamatan Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien Covid-19 terbanyak atau zona merah rawan, yakni 37 orang, diikuti Cileungsi 22 orang.

Sedangkan Kecamatan Cibinong ada 20 orang dan Bojonggede ada 19 orang.

"Di Gunung Putri putri itu sebagian merupakan kasus baru yang terlaporkan dari DKI Jakarta dan sekarang di rawat di RS di Jakarta," ucap Syarifah melalui keterangan tertulis, Rabu (6/5/2020).

Baca juga: Penumpang KRL Akan Diperketat, yang Naik KTP-nya Diseleksi

Dua kecamatan masih zona hijau

Sedangkan kecamatan lain yakni, Kemang lima orang, Ciampea empat orang, Babakan Madang empat orang.

Kemudian di Kecamatan Citeureup, Gunung Sindur, Tamansari dan Tajur Halang masing-masing tiga orang.

Selanjutnya Kecamatan Jonggol dua orang dan Caringin, Ciomas, Parung, Ciawi, Parung Panjang dan Leuwisadeng masing-masing satu orang.

Meski begitu, kata Syarifah, terdapat dua kecamatan yang dinyatakan masih zona hijau atau bebas penyebaran virus corona.

Dia menyebut, kecamatan yang tidak ada status warga baik PDP maupun positif Covid-19 berada di ujung Kabupaten Bogor.

"Dua kecamatan itu adalah Tanjung Sari dan Tenjo. Keduanya terletak di ujung perbatasan Kabupaten Bogor dan bebas kasus Covid-19 baik positif maupun pasien PDP," jelasnya.

 

Pasien positif bertambah

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali mengumumkan tambahan pasien positif baru terjangkit virus corona atau Covid-19 sebanyak empat orang pada Selasa (5/5/2020) malam.

Adapun empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah dua laki-laki dan dua perempuan.

"Terkonfirmasi 4 penambahan kasus positif baru Covid-19," ucap Bupati Bogor Ade Yasin melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com

Ade yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor memastikan bila total saat ini pasien positif baru terjangkit virus corona mencapai 139 orang.

Dari total keseluruhan pasien positif Covid-19 itu, 15 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan yang meninggal dunia sebanyak 11 orang, kemudian sisanya 113 orang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Pasien PDP meninggal

Dalam kesempatan yang sama, lanjut Ade, tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor juga mencatat ada satu tambahan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia.

Pasien PDP terkonfirmasi meninggal dunia itu adalah laki-laki usia 32 tahun asal Kecamatan Babakan Madang.

Dengan kata lain, data terkini pasien PDP berjumlah 1.161 orang dengan rincian 637 orang dinyatakan sembuh dan 41 orang PDP dilaporkan meninggal dunia, kemudian sisanya 483 orang sampai saat ini masih diawasi dokter.

"Sejak awal puasa pasien PDP yang meninggal dunia selalu bertambah, sehingga total sampai saat ini mencapai 41 orang pasien PDP yang meninggal dunia," ungkap dia.

Sementara itu, untuk orang dalam pemantauan (ODP) data terbaru yakni, 1.399 orang dengan rincian 1.064 orang telah dinyatakan selesai atau sembuh dan sisanya 335 masih dalam pemantauan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X