Keluarga Asal Rusia yang Ngamen di Lombok Telah Dideportasi

Kompas.com - 04/05/2020, 08:36 WIB
Pasangan WNA Rusia Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (29) menunjukkan repro lukisan Ekaterina di Rusia yang mengunakan Kanvas dan acrilic. Termaauk puluhan lukisannya kecilnya di kertas. Ekaterina adalah perupa dati Rusia. FITRI RPasangan WNA Rusia Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (29) menunjukkan repro lukisan Ekaterina di Rusia yang mengunakan Kanvas dan acrilic. Termaauk puluhan lukisannya kecilnya di kertas. Ekaterina adalah perupa dati Rusia.

MATARAM, KOMPAS.com - Keluarga asal Rusia, yaitu Mikhail Bondarek (29), Ekaterina (28), dan anak balita berinisial S (2), dideportasi ke kampung halamannya pada Minggu (3/5/2020) pagi.

Mereka pulang ke Rusia melewati Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Mereka Minggu pagi sekitar pukul 06.30 Wita, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dan menyeberang menuju Bali," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram Syahrifullah ketika dikonfirmasi, Minggu.

Baca juga: Demi Mudik ke Lampung, Pasutri Bayar Rp 2 Juta untuk Sembunyikan Mobil di Truk

Syahrifullah mengatakan, keluarga asal Rusia itu pulang ke kampung halaman dengan penerbangan pukul 21.00 Wita.

Keluarga itu batal menuju Kantor Konsulat Rusia di Bali. Sebab, penerbangan mereka langsung diurus Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Mikhail membenarkan dalam perjalanan pulang ke Rusia. Ketika dihubungi Kompas.com, Mikhail telah berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sekitar pukul 17.24 Wita. 

Dalam obrolan itu, Mikhail bercerita, dia memutuskan menjual motor yang digunakan berkeliling Indonesia. Ia pun menitipkan motor itu kepada salah satu rekannya di Lombok.

Baca juga: Bule Rusia yang Ngamen di Pasar Diajak Duet Musisi di Lombok, Ini Ungkapan Hatinya

"Saya menjualnya seharga Rp 2 juta. Kalau laku di Lombok, kawan saya yang menjualnya akan mengirimkan uangnya kepada kami, semoga dia beruntung," kata Mikhail.

Sebelumnya diberitakan, keluarga asal Rusia dibawa ke Kantor Imigrasi Mataram karena mengamen di pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X