Bule Rusia yang Ngamen di Pasar Diajak Duet Musisi di Lombok, Ini Ungkapan Hatinya

Kompas.com - 03/05/2020, 09:25 WIB
WNA Rusia, Mikhail Bondarek (29) berkolaborasi dengan musisi tradisi Lombok, Nurkholis Sumardi (26) di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5) 2020) sebwlum dideportasi ke Rusia. Menurut rencana keluarga Rusia ini akan dideportasi Minggu malam melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. FITRI RWNA Rusia, Mikhail Bondarek (29) berkolaborasi dengan musisi tradisi Lombok, Nurkholis Sumardi (26) di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5) 2020) sebwlum dideportasi ke Rusia. Menurut rencana keluarga Rusia ini akan dideportasi Minggu malam melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

KOMPAS.com - Aksi Mikhail Bondarek (29), warga negara asing ( WNA) asal Rusia yang videonya viral saat mengamen di pasar bersama istri dan bayinya, mendapat perhatian sejumlah seniman di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

Salah satunya, Dekan Fakultas Seni di Universitas Nahdatul Ulama (NU) di Mataram, Nurkholis Simardi.

Nurkholis pun menyempatkan diri untuk menengok dan bermain musik bersama dengan Mikhail di Kantor Imigrasi Klas I TPA Mataram, sebelum dideportasi, Sabtu (2/5/2020). 

Baca juga: Corona Melanda Pabrik Rokok Sampoerna, Tudingan Khofifah dan Penjelasan Pemkot Surabaya

Nurkholis, yang juga ahli etnomusikologi, memainkan alat musik gambus Lombok. Sementara itu, jari-jari Mikhail memainkan tuts akordeon yang dia pakai untuk mengamen.

Kedua seniman tersebut melantunkan sejumlah lagu, antara lain Pemban Selaparang dan Tegining Teganang serta sebuah lagu cinta dari Rusia.

Nurkholis mengaku senang bertemu dengan keluarga Mikhail tersebut.

"Musisi jalanan ini melakukan aktivitasnya tidak semata-mata karena uang, tetapi lebih pada bagaimana mereka diapresiasi di jalanan di negara manapun," ucap Nurkholis.

Kendala musisi jalanan

inilah  keluarga  WNA Rusia, Mikhail (29), bersama istrinya Ekaterina (28) dan balita mereka, Serafima, (2) keluarga ini  mendadak viral karena mengamen di sejumlah pasar tradisional di Lombok. ekaterina masih kini berada di kantor Imigrasi Mataram sambil menunggu keberangkatan ke Bali dan langsung dideportasi ke Rusia.FITRI R inilah keluarga WNA Rusia, Mikhail (29), bersama istrinya Ekaterina (28) dan balita mereka, Serafima, (2) keluarga ini mendadak viral karena mengamen di sejumlah pasar tradisional di Lombok. ekaterina masih kini berada di kantor Imigrasi Mataram sambil menunggu keberangkatan ke Bali dan langsung dideportasi ke Rusia.

Dalam kesempatan itu, Nurkholis mengakui adanya kendala yang dihadapi oleh para mususu jalanan, seperti Mikhail dan istrinya.

Dirinya pun mengatakan, jika ingin berkesenian, tetap melalui jalur legal agar tidak mendapat masalah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X