Kompas.com - 02/05/2020, 18:21 WIB
Tampak longsoran di dua lokasi di TPU Cikutra yang merusak sejumlah makam dan menghanyutkan jasad ke anak sungai Cidurian, Sabtu (5/4/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak longsoran di dua lokasi di TPU Cikutra yang merusak sejumlah makam dan menghanyutkan jasad ke anak sungai Cidurian, Sabtu (5/4/2020).

Camat Cibeunying Kaler Suardi membenarkan adanya pergerakan tanah yang terjadi di makam TPU Cikutra ini.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur Bandung Raya sejak semalam menyebabkan beberapa makam tergerus air sungai.

Ada tiga titik lokasi pemakamam yang tergerus, yakni di pemakamam di blok E, F, dan pemakaman wakaf.

Suardi merinci, untuk blok E ini ada 12 makam yang longsor, dan 15 makam yang berpotensi longsor.

Di Blok F ada 4 makam yang tergerus dan dua makan yang berpotensi longsor, sedang untuk pemakaman wakaf ada 4 makam yang tergerus.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 Berusia 58 Tahun Meninggal

"Total dari 3 titik di E, F, dan wakaf ada 37 makam yang terdampak. Seluruhnya akan dipindahkan ke blok G, baik yang tergerus maupun yang berpotensi longsor," kata Suardi, saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari seluruh makam yang tergerus ini, ada beberapa jenazah yang terbawa arus.

Petugas telah mengevakuasi seluruh jenazah dan memindahkannya ke lokasi makam di blok yang berbeda.

"Di pemakaman wakaf, ada 4 makam yang longsor, 3 (jenazah) sudah di evakuasi satu belum ditemukan," tuturnya.

Perisitiwa longsor yang menggerus sejumlah makam ini sebelumnya pernah terjadi sekitar tahun 2011 atau 2012.

Namun, Suardi tak menjelaskan secara detail penyebab longsor beberapa tahun lalu itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X