Kompas.com - 02/05/2020, 18:21 WIB
Tampak longsoran di dua lokasi di TPU Cikutra yang merusak sejumlah makam dan menghanyutkan jasad ke anak sungai Cidurian, Sabtu (5/4/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak longsoran di dua lokasi di TPU Cikutra yang merusak sejumlah makam dan menghanyutkan jasad ke anak sungai Cidurian, Sabtu (5/4/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Rekaman video dan foto yang memperlihatkan mayat terbawa arus di salah satu sungai di Kota Bandung menjadi viral di media sosial maupun pesan singkat WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat yang hanyut tersebut merupakan jenazah dari pemakaman TPU (Tempat Pemakaman Umum) Cikutra yang mengalami pergerakan tanah atau longsor setelah diguyur hujan deras sejak semalam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ada beberapa titik longsoran di TPU tersebut.

Longsoran pertama terlihat di sebuah tebing yang berdekatan dengan pemukiman warga, hanya saja dipisahkan oleh sungai di bawahnya.

Baca juga: Kami Sehat, Tidak Mau Dibawa ke Rumah Sakit, Mati Itu Takdir Tuhan

Tampak batu nisan pada makam yang berada di atas sungai itu ambrol berjatuhan ke anak Sungai Cidurian yang berada sekitar 8-10 meter di bawahnya.

Menurut informasi warga, tebing tersebut sempat longsor dua kali, namun belum sempat ditanggulangi secara maksimal oleh pemerintah setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, beberapa hari lalu, sempat terlihat kain kafan menyembul keluar dari tanah yang longsor itu.

Sebagian batu nisan itu ada yang masih terkubur material tanah dan sebagian lagi menyentuh pinggiran sungai.

Anak Sungai Cidurian pun terdapat di lokasi longsoran di Blok F. Terlihat sisa sampah yang terbawa luapan sungai masih menempel di sekitar makam.

Bahkan, kirmir yang menahan sungai dan makam pun ambrol dan rusak cukup parah.

Camat Cibeunying Kaler Suardi membenarkan adanya pergerakan tanah yang terjadi di makam TPU Cikutra ini.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur Bandung Raya sejak semalam menyebabkan beberapa makam tergerus air sungai.

Ada tiga titik lokasi pemakamam yang tergerus, yakni di pemakamam di blok E, F, dan pemakaman wakaf.

Suardi merinci, untuk blok E ini ada 12 makam yang longsor, dan 15 makam yang berpotensi longsor.

Di Blok F ada 4 makam yang tergerus dan dua makan yang berpotensi longsor, sedang untuk pemakaman wakaf ada 4 makam yang tergerus.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 Berusia 58 Tahun Meninggal

"Total dari 3 titik di E, F, dan wakaf ada 37 makam yang terdampak. Seluruhnya akan dipindahkan ke blok G, baik yang tergerus maupun yang berpotensi longsor," kata Suardi, saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2020).

Dari seluruh makam yang tergerus ini, ada beberapa jenazah yang terbawa arus.

Petugas telah mengevakuasi seluruh jenazah dan memindahkannya ke lokasi makam di blok yang berbeda.

"Di pemakaman wakaf, ada 4 makam yang longsor, 3 (jenazah) sudah di evakuasi satu belum ditemukan," tuturnya.

Perisitiwa longsor yang menggerus sejumlah makam ini sebelumnya pernah terjadi sekitar tahun 2011 atau 2012.

Namun, Suardi tak menjelaskan secara detail penyebab longsor beberapa tahun lalu itu.

Sementara, pada longsor kali ini, penyebabnya karena arus air Sungai Cidurian yang menggerus makam yang berada di pinggirnya.

"Hujan deras intensitas besar sehingga anak kali Cidurian menggerus tebing kirmir sungai sebabkan ambrolnya makam," ujar Suardi.

Terkait video viral yang merekam jenazah mengambang di anak Sungai Cidurian, Suardi mengatakan bahwa pihaknya belum memastikan jenazah itu dari blok mana.

"Ini belum bisa dipastikan dari mana titiknya seperti di blok E ada beberapa yang batu nisannya hanyut, jadi enggak bisa dipastikan ini jenazah siapa," ujar Suardi.

Baca juga: Dekan Fakultas Kedokteran Untan Pontianak Positif Covid-19

Sementara itu, Kepala UPT wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, Sumpena mengatakan, jasad-jasad yang terkubur di makam yang tergerus ini memang sempat terbawa arus anak sungai Cidurian, dan ditemukan di Kawasan Cipada.

"Namun, kini semuanya telah berhasil dievakuasi dan dikuburkan kembali di blok G TPU Cikutra. Sudah dimakamkan kembali," kata Sumpena.

Petugas makam, Amat, mengaku sempat melihat jasad tersebut hanyut.

Namun, ia tak bisa mengevakuasinya lantaran terjebak lumpur.

"Lewat gitu saja (jasadnya) disebelah saya, tapi kaki saya susah diangkat," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X