Kompas.com - 29/04/2020, 04:00 WIB
Petugas medis RSND Semarang saat simulasi tes PCR model drive thru, Rabu (22/4/2020). KOMPAS.com/pemprov jatengPetugas medis RSND Semarang saat simulasi tes PCR model drive thru, Rabu (22/4/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus melakukan pengetesan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) khusus untuk wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sementara wilayah lain akan memakai sistem rapid diagnostic test (RDT).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu reagen yang dapat mengekstraksi sampel secara mekanik. Reagen sampel ini bisa meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampai di angka 1.400 per hari.

"Tetapi sekali lagi ini masih menunggu, mudah-mudahan Rabu (29/4/2020) itu semua peralatannya sudah datang dan kita bisa melakukan pemeriksaan ini sehingga daftar tunggu dari pemeriksaan PCR ini bisa kita selesaikan di minggu ini mudah-mudahan," ujar Berli, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Data Tumpang Tindih, Kades se-Sukabumi Minta Penyaluran Bansos Pemprov Jabar Ditunda

Sementara untuk rapid tes, Pemprov Jabar telah meyebar 100.000 alat untuk 27 kabupaten kota. Pengetesan telah dilakukan kepada 96.000 warga di Jabar. Dari 96.000 warga yang dites, 2.100 diantaranya reaktif.

"Mengenai rapid test yang sudah kita sampaikan ke kabupaten dan kota itu hampir 100.000 alat dan yang sudah masuk atau sudah dilaksanakan di kabupaten dan kota yaitu sekitar 96 persen. Jadi hampir 96.000 yang sudah kita lakukan rapid test di kabupaten kota," kata Berli.

Saat ini, alat rapid tes hanya tersisa 4.000 unit. Saat ini proses pemesanan tengah dilakukan sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat dan donatur. Ia menargetkan, ada 300.000 warga yang bisa dites.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sehingga kalau itu bisa tercapai atau bisa terlaksana tentunya target untuk rapid test kita sebanyak hampir 300.000 itu bisa segera terwujud dan dalam waktu dekat, di bulan Mei ini kita juga akan melakukan kegiatan untuk tracing termasuk di dalamnya ada tes dan tes Ini bagian dari pemeriksaan yang akan dilakukan terutama di wilayah di luar PSBB," katanya.

Baca juga: Polemik Bansos Pemprov Jabar, Ini Penjelasan Ridwan Kamil

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Jabar masih terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2020), pasien positif berjumlah 969 orang, bertambah 19 kasus dari hari sebelumnya.

"Kemudian juga yang meninggal tadi siang 78, sore ini jadi 79, atau bertambah 1 orang. Kemudian yang sembuh tadi siang itu 96, sore ini menjadi 103. Jadi ada tren yang baik ya di situ terutama yang sembuh itu cukup signifikan tetapi juga penambahan kasusnya juga masih cukup tinggi," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X