Soal Larangan Mudik, Bupati Banyumas: Faktanya Masih Kebobolan

Kompas.com - 28/04/2020, 19:11 WIB
Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYARBupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Larangan mudik bagi warga di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) ke kampung halaman, tak sepenuhnya dipatahui.

Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan masih ditemukan pemudik dari wilayah tersebut yang nekat ke Banyumas.

"Di sana, Jabodetabek, sudah ada pengumuman larangan mudik, tapi faktanya masih kebobolan, masih banyak, sehingga kita buat tempat karantina di GOR dan desa," kata Husein melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Kluster Ijtima Ulama Gowa di Banyumas yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 28 Orang

Husein mengingatkan, kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap kedatangan pemudik.

Tanpa sadar, pemudik berpotensi menularkan virus Corona (Covid-19), terutama dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Jadi kalau masyarakat melihat, mendengar, tolong laporkan kepada kami, nanti akan kami tindaklanjuti di nomor 081297167008. Nanti akan kami karantina dengan baik, walapun sederhana, tapi memadai," ujar Husein.

Baca juga: Di Banyumas, Tak Pakai Masker Didenda Rp 50.000 atau Kurungan 3 Bulan

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Davis Busin Siswara mengatakan, telah mendirikan posko di empat titik perbatasan Banyumas dengan kabupaten tetangga, yaitu di Ajibarang, Lumbir, Tambak, dan Sokaraja.

"Titik utama di Pos Jembatan Timbang Ajibarang. Pos tersebut untuk menyekat pemudik dari arah Pantura di Brebes-Bumiayu-Banyumas," jelas Davis.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X