Selama PKM, Buruh dari Kendal dan Tegal Masih Boleh Masuk ke Semarang

Kompas.com - 28/04/2020, 15:27 WIB
Petugas Satpol PP dan tim kesehatan saat melaksanakan PKM di Kota Semarang, Senin (27/4/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAPetugas Satpol PP dan tim kesehatan saat melaksanakan PKM di Kota Semarang, Senin (27/4/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Selama pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) untuk percepatan penanganan Covid-19 diterapkan di Kota Semarang, Jawa Tengah, semua moda transportasi umum wajib dibatasi.

Selain itu, pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jumlah penumpang kendaraan dari luar yang menuju Kota Semarang baik menggunakan angkutan umum atau mobil pribadi.

Namun, kendaraan berpenumpang warga Kendal atau Tegal memiliki urusan pekerjaan dan terbukti tidak mudik masih diperbolehkan masuk Kota Semarang.

"Sepanjang orang dari Kendal, Tegal, punya urusan tidak mudik tapi mereka bekerja, kami perbolehkan masuk Semarang, dengan pembatasan sosial distancing dengan membatasi kapasitas kendaraan 50 persen," jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (27/4/2020).

Baca juga: Wali Kota Semarang Ancam Cabut Izin Usaha Pedagang yang Tak Patuhi Aturan PKM

Apabila penumpang kendaraan yang masuk ke Semarang tersebut kedapatan akan mudik, langsung diminta putar balik ke daerah asal.

"Kita cek suhu tubuh. Kalau misal ketahuan panas, maka langsung kami karantina oleh Dinkes. Kalau mereka memang untuk mudik pasti kita suruh pulang. Tapi kalau mereka punya urusan lain, pasti kita akomodir lah kepentingan mereka di Semarang," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan sebanyak 16 pos pantau guna mendukung pelaksanaan PKM.

Tak hanya itu, empat pos pantau angkutan transportasi juga telah disiapkan antara lain Bandara Internasional Ahmad Yani, Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, Pelabuhan Tanjung Emas.

Baca juga: Hari Pertama PKM di Kota Semarang, Hendi Hentikan Kendaraan Plat Nomor Luar Kota

Dalam pengawasan pelaksanaan PKM juga didukung oleh tim patroli gabungan yang diterjunkan di beberapa titik pos pantau yang tersebar di Kota Semarang.

Terkait pembatasan jam operasional angkutan transportasi umum selama PKM dimulai dari 04.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB, kecuali taksi dan ojek, dan wajib menerapkan protokol kesehatan terhadap petugas dan penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X