Kabar Baik, 4 Tenaga Medis Positif Corona di Tulungagung Sembuh

Kompas.com - 22/04/2020, 22:05 WIB
Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, M.Kes. (kedua kanan) dan tiga dari total empat tenaga medis yang dinyatakan sembuh COVID-19 menunjukkan surat keterangan sehat pada hari pertama kebebasan mereka keluar dari rumah karantina di Asrama RSUD dr  Iskak KabupatenTulungagung, Jawa Timur, Rabu (22/4/2020). ANTARA/Destyan Sujarwoko ANTARA/Destyan SujarwokoDirektur RSUD dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, M.Kes. (kedua kanan) dan tiga dari total empat tenaga medis yang dinyatakan sembuh COVID-19 menunjukkan surat keterangan sehat pada hari pertama kebebasan mereka keluar dari rumah karantina di Asrama RSUD dr Iskak KabupatenTulungagung, Jawa Timur, Rabu (22/4/2020). ANTARA/Destyan Sujarwoko

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak empat tenaga medis di RSUD dr Iskak Tulungagung yang sebelumnya positif virus corona baru atau Covid-19 dinyatakan sembuh.

Mereka diizinkan keluar dari rumah karantina setelah hasil tes swab yang kedua kali dikirim ke Balitbangkes Kemenkes Jakarta, terkonfirmasi negatif corona.

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Supriyanto Dharmoredjo menyerahkan surat keterangan sehat kepada empat tenaga medis itu di halaman asrama rumah sakit, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Viral Video Bapak Tutup Pagar Saat Anaknya Mudik karena Takut Corona, Ini Faktanya

"Total kemarin ada delapan anak buah RSUD dr Iskak yang positif corona. Dua di antaranya tenaga dokter. Dokter mikrobiologi klinik dan dokter spesialis penyakit dalam, ada perawat dan juga tenaga ahli gizi. Alhamdulillah hari ini mereka sudah swab dua kali negatif. Itu artinya di tubuh mereka sudah tidak ada virus," kata Supriyanto saat penyerahan surat keterangan sehat seperti dikutip dari Antara.

Supriyanto mengatakan, masih ada empat tenaga medis yang terinfeksi virus corona baru atau Covid-19. Mereka dikarantina di asrama rumah sakit tersebut.

Kondisi empat tenaga medis yang masih dikarantina itu mulai membaik.

Beberapa di antara mereka telah menjalani tes swab dan dinyatakan negatif corona. Mereka menunggu hasil tes swab kedua.

Sementara itu, empat tenaga medis yang dinyatakan sembuh akan kembali bekerja di RSUD Iskak Tulungagung.

Salah satu tenaga medis yang dinyatakan sembuh, Hendra Bramanti meminta pasien yang sedang dirawat tetap semangat.

"Bagi siapa saja yang tertular, jangan putus asa. Corona ini bisa sembuh kok, buktinya saya, kami bisa sembuh kan," kata pria yang berprofesi sebagai dokter itu.

Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan istirahat yang cukup.

Baca juga: Tetangga Khawatir, Empat Kuli Bangunan Pilih Isolasi Mandiri di Balai Desa

"Kuncinya bagaimana kita meningkatkan imun dengan istirahat cukup dan hindari stres. Medsos matikan semua, fokus istirahat, menenangkan diri dan mengembalikan kebugaran tubuh," ujarnya.

Sebelumnya, Terdapat 16 kasus positif virus corona baru di Tulungagung. Lima pasien dinyatakan sembuh dan 11 pasien masih dirawat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X