Bantu Pencegahan Penyebaran Corona, Pelajar SMK Buat Wastafel dengan Pedal

Kompas.com - 17/04/2020, 11:22 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Papua Christian Sohilait bersama para guru dan siswa SMK 3 Kota Jayapura berfoto di depan alat pencuci tangan yang diciptkan para siswa SMK 3, Jayapura, Kamis (16/4/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKepala Dinas Pendidikan Papua Christian Sohilait bersama para guru dan siswa SMK 3 Kota Jayapura berfoto di depan alat pencuci tangan yang diciptkan para siswa SMK 3, Jayapura, Kamis (16/4/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Papua mendorong para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) berkreasi saat belajar di rumah selama pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Para siswa SMK itu membuat alat yang bisa membantu pemerintah mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Baca juga: Bertambah 5, Jumlah Kasus Positif Corona di Papua Jadi 80

Seperti yang dilakukan siswa jurusan Teknik Las SMK Negeri 3 Kota Jayapura (SMK 3 Kotaraja) yang membuat alat pencuci tangan menggunakan pedal kaki atau wastafel keran injak.

Terdapat dua pedal pada bagian bawah wastafel itu. Pedal itu digunakan untuk mengeluarkan air dan sabun.

Alat itu membuat proses mencuci tangan lebih higienis karena tak menyentuh keran air atau penutup sabun.

"Hari ini satu lagi, yang dibikin oleh teman-teman SMK di Papua, yang artinya kita menunjukkan bahwa teman-teman SMK 3 Kotaraja itu bisa, yaitu membuat alat pencuci tangan akan tetapi kita tidak menyentuh langsung sabun dan air, dan kita mengunakan kendalinya dari kaki," kata Kepala Dinas Pendidikan Papua Christian Sohilait, di Jayapura, Jumat (17/4/2020).

 

Sohilait mengaku bangga dengan kreasi dari siswa SMK itu. Pembuatan satu alat itu, kata dia, menghabiskan modal sebesar Rp 8,5 juta.

Sohilait pun akan mendorong siswa SMK di kabupaten lain membuat alat yang sama.

"Sekarang ada tiga buah yang jadinya, satu di kantor kami, kemudian kami akan kirim ke beberapa kabupaten sehingga mereka bisa membuatnya di sana. Ini bagian dari pada kreativitas yang bisa dibuat saat Covid-19," kata Sohilait.

Sementara itu, guru jurusan Teknis Las SMK N 3 Jayapura Rithzal menjelaskan, pembuatan satu unit alat pencuci tangan itu menghabiskan waktu tiga hari.

Rithzal mengapresiasi langkah Kepala Dinas Pendidikan Papua Christian Sohilait yang mau meberikan bantuan modal untuk membeli seluruh bahan baku.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Pernah Tes Swab 2 Pekan Lalu, Hasilnya Negatif Corona

"Diharapkan dengan adanya mesin ini bisa streril tangan kita, saat memasuki ruangan," kata Rithzal.

Rithzal mengaku, masih ada beberapa hal yang diperbaiki dari unit pertama yang dibuat siswanya. Ia berharap, alat yang dibuat pelajar SMK itu bisa membantu pemerintah memutus penyeberan virus corona.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

Regional
Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X