Dua Hari Isolasi di Pesantren Pandeglang, 5 WN Bangladesh Pindah ke Wisma Atlet

Kompas.com - 17/04/2020, 10:13 WIB
Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPetugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Lima warga negara asing (WNA) asal Bangladesh dipindahkan ke Wisma Atlet Jakarta setelah dua menjalani isolasi di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang.

Lima WNA tersebut sebelumnya dilakukan rapid test, dan dua di antaranya menunjukkan hasil reaktif.

"Dikirim ke Wisma Atlet kemarin sore jam 3, kita butuh tempat isolasi khusus karena mereka WNA," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang, dr Achmad Sulaeman dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4/2020).

Lima orang tersebut merupakan jamaah tabligh, dimana kata Sulaeman, satu komunitas dengan jamaah yang berada di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca juga: Hasil Rapid Test Jamaah Tabligh Asal Bangladesh Reaktif, Sempat Keliling Masjid dan Pesantren di Pandeglang

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang juga sudah melakukan kontak dengan pihak pengelola masjid, namun tidak bisa menerima lima WNA tersebut, hingga diputuskan dibawa ke Wisma Atlet.

"Kita sudah kontak komunitasnya di Masjid Kebon Jeruk, ternyata di sana sedang ada isolasi mandiri, jadi tidak bisa masuk yang dari luar, ada info Wisma Atlet bisa, akhirnya dievakuasi ke sana," kata dia.

Sebelum dilakukan evakuasi, mereka sudah melakukan tes swab dan tinggal menunggu hasilnya.

Baca juga: Fakta PDP Asal Bangladesh yang Meninggal di Babel, Usia 84 Tahun, Punya Riwayat Sakit Ginjal

Kata Sulaeman, pijaknya juga sudah melakukan tracing kontak orang-orang yang pernah bertemu dengan lima WNA tersebut.

Diketahui, sebelum dilakukan rapid test, kelimanya berkeliling masjid dan pesantren di Kecamatan Menes dan Majasari, Pandeglang.

"Sudah dilakukan tracing, didata sekitar 16 orang di Menes, mungkin bertambah karena mereka berganti-ganti bertemu siapa," kata dia.

Baca juga: PDP Asal Bangladesh Meninggal di Babel, Pulang dari Jakarta, 7 Rekannya Berstatus ODP



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buron 9 Bulan Kasus Penipuan Rp 270 Juta, Kades Ditangkap usai Rapat

Buron 9 Bulan Kasus Penipuan Rp 270 Juta, Kades Ditangkap usai Rapat

Regional
Ganjar Minta Kepala Daerah Tingkatkan Jumlah Testing Covid-19

Ganjar Minta Kepala Daerah Tingkatkan Jumlah Testing Covid-19

Regional
3 Perempuan Pencuri Pakaian di Distro yang Terekam CCTV Ditangkap

3 Perempuan Pencuri Pakaian di Distro yang Terekam CCTV Ditangkap

Regional
Polisi Bubarkan Hiburan Pesta Pernikahan yang Dihadiri 500 Orang di Sumenep

Polisi Bubarkan Hiburan Pesta Pernikahan yang Dihadiri 500 Orang di Sumenep

Regional
Gadaikan Motor Tetangga untuk Main Judi, Warga Kulon Progo Ditangkap

Gadaikan Motor Tetangga untuk Main Judi, Warga Kulon Progo Ditangkap

Regional
Inoscope, Teknologi Medis Inovasi RSSA Cegah Penularan Covid-19 Pada Tenaga Medis

Inoscope, Teknologi Medis Inovasi RSSA Cegah Penularan Covid-19 Pada Tenaga Medis

Regional
Seorang Ibu Tewas Setelah Gamis yang Dikenakan Tersangkut di Gir Motor, Begini Kronologinya

Seorang Ibu Tewas Setelah Gamis yang Dikenakan Tersangkut di Gir Motor, Begini Kronologinya

Regional
Prediksi Tsunami 20 Meter Jangan Buat Warga Panik, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

Prediksi Tsunami 20 Meter Jangan Buat Warga Panik, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

Regional
Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali Tembus 812 Kasus

Regional
Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Regional
Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Regional
Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Regional
Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Regional
D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

Regional
Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X