Plt Gubernur Kepri Tunggu Pengajuan PSBB dari Kabupaten Kota

Kompas.com - 16/04/2020, 08:08 WIB
Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto mengaku hingga saat ini Kepri masih siaga darurat virus corona atau Covid-19. Untuk itu dirinya mengajak seluruh stakeholder yang ada, untuk bersama-sama peduli terhadap pandemi Covid-19 agar status siaga bisa kembali normal. Dok. HUMAS PEMPROV KEPRIPlt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto mengaku hingga saat ini Kepri masih siaga darurat virus corona atau Covid-19. Untuk itu dirinya mengajak seluruh stakeholder yang ada, untuk bersama-sama peduli terhadap pandemi Covid-19 agar status siaga bisa kembali normal.

BATAM, KOMPAS.com – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kepualauan Riau ( Kepri) yang juga Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Karena itu, dia meminta semua masyarakat ikut berperan memutus mata rantai sebaran Covid-19 ini, salah satunya dengan mengikuti instruksi dan imbauan pemerintah.

“Hari ini, Kamis (16/4/2020) bertambah lagi pasien positif. Kasus ini diyakini merupakan kasus transmisi lokal karena terkait erat dengan tempat mereka bekerja. PSBB akan menjadi langkah selanjutnya untuk memutus mata rantai ini,” kata Isdianto melalui telepon, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Pasien Positif Corona di Kepri Bertambah Jadi 32 Orang 

Sampai Kamis, sudah sebanyak 32 pasien terkonfirmasi positif, jumlah ini tersebar di Batam sebanyak 17 kasus, Tanjungpinang 14 kasus dan Karimun tetap satu kasus.

Yang masih ditunggu perkembangan adalah hasil swab test masyarakat yang sudah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

Saat ini, di Kepri ada 83 orang yang reaktif saat menjalani rapid test.

Mereka terbanyak berada di Batam dengan jumlah 71 orang, Tanjungpinang hanya Sembilan orang dan di Karimun dua dan satu orang di Kabupaten Bintan.

Baca juga: Kepri Tolak Kepulangan 2.000 WNI ABK Kapal Pesiar dari Australia via Batam

OTG meningkat

Dalam laporan Tim Gugus Tugas, jumlah orang tanpa gejala (OTG) mengalami peningkatan drastis. Jika sampai Selasa lalu berjumlah 697 orang, Kamis ini mningkat menjadi 980 orang.

“Jumlah terbanyak berada di Batam sebesar 459 orang. Di Tanjungpinang, tercatat  365 OTG. OTG di Kabupaten Bintan masih dalam jumlah 129 orang. Di Karimun tetap 12 orang dan Natuna empat orang,” jelas Isdianto.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami peningkatan. Dari 218 orang menjadi 233.

Demikian juga dengan Orang Dalam Pengawasan juga meningkat tajam dari 2.261 menjadi 2.338 orang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X