Dampak Corona, 180 Perusahaan Tutup dan 11.000 Pekerja Dirumahkan di NTB

Kompas.com - 15/04/2020, 08:20 WIB
Ilustrasi virus corona di Indonesia ShutterstockIlustrasi virus corona di Indonesia

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Patria mengatakan, sebanyak 180 perusahaan memilih tutup karena pandemi virus corona baru atau Covid-19.

“Di NTB sendiri informasi data kami terakhir itu ada sekitar 180 perusahaan tutup sementara karena tidak ada pengunjung selama corona ini,” kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2020).

Baca juga: UPDATE: Tambah 4, Total Kasus Positif Covid-19 di NTB Jadi 41

Agus menambahkan, sebanyak 11.000 karyawan dirumahkan di NTB. Sebagian besar karyawan itu berasal dari sektor pariwisata.

“kalau untuk pegawai pekerja yang dirumahkan sekitar 11.000 orang, itu kebanyakan dari karyawan hotel, vila, restoran,” jelas Agus.

Agus belum menerima informasi terkait perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

Menurutnya, sektor yang paling terdampak pandemi virus corona merupakan pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Moh Fauzal mengatakan sekitar 4.000 karyawan hotel dan restoran dirumahkan karena pengunjung sepi selama pandemi corona.

Selain itu, 100 pekerja juga terkena PHK karena perusahaan terdampak pandemi corona.

Baca juga: Terjaring Razia Saat Nongkrong di Kafe, Pemuda Surabaya Wajib Rapid Test Corona

Hingga Selasa (14/4/2020), sebanyak 41 kasus positif Covid-19 di NTB. Rinciannya, lima pasien sembuh, dua meninggal, dan 34 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Sementara itu, tercatat 74 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1.325 orang dalam pemantauan (ODP) di NTB.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma Pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma Pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

Regional
'Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik'

"Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik"

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

Regional
Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X