Pengiriman Spesimen Covid-19 dari Gorontalo Terhambat Minimnya Penerbangan ke Makassar

Kompas.com - 13/04/2020, 19:24 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Senin (13/04/2020). Dalam konferensi tersebut Rusli Habibie menyebut ada 31 spesimen yang tengah menunggu hasil pemeriksaan di Litbangkes Makassar. KOMPAS.COM/SALMAN HUMAS PEMPROV GTOGubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Senin (13/04/2020). Dalam konferensi tersebut Rusli Habibie menyebut ada 31 spesimen yang tengah menunggu hasil pemeriksaan di Litbangkes Makassar.

GORONTALO, KOMPAS.com  –  Pengiriman spesimen Covid-19 pasien dari Gorontalo ke Makassar memerlukan waktu yang lama akibat kurangnya penerbangan dari dan ke dua daerah tersebut.

Hingga saat ini, Provinsi Gorontalo belum memiliki laboratorium yang memadai untuk melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19.

Pemerintah Provinsi Gorontalo masih mengandalkan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Hanya ada 2 pesawat yang tersedia, yaitu Garuda maupun Citilink. Dan dua-duanya setiap minggunya tidak bisa terbang karena ada beberapa persoalan yang mereka hadapi juga,” kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat konferensi pers di kantor Dinas Kesehatan, Senin (13/4/2020).

Baca juga: 1 Kasus Positif di Gorontalo, Seluruh Provinsi di Indonesia Sudah Terpapar Covid-19

Mengatasi masalah ini, Rusli Habibie akan memanfaatkan 2 laboratorium yang ada di Gorontalo.

Kedua laboratorium milik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo.

“Kita berusaha agar kita mengembangkan laboratorium yang ada baik milik perguruan tinggi maupun BPOM. Termasuk SDM di dalamnya yang akan kita siapkan. Walaupun ada kekurangan di beberapa hal, kita akan lengkapi dengan anggaran yang kita sediakan,” ujar Rusli Habibie.

Hingga Senin 13 April 2020, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3.093. Selesai pemantauan 2.377 orang dan dalam pemantauan 716 orang. Sementara pasien dalam engawasan (PDP) sejumlah 64 orang, 36 selesai pengawasan dan 28 sisanya dalam pengawasan.

Baca juga: Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Hingga saat ini sebanyak 31 spesimen PDP corona sementara menunggu hasil uji Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) di Kota Makassar.

“Total sampel 78 spesimen yang dikirimkan ke Litbangkes Makassar, hasilnya negatif 46 spesimen. Hasil positif satu spesimen, dalam proses pemeriksaan sebanyak 31 spesimen,” kata Rusli Habibie.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X