Kompas.com - 09/04/2020, 17:26 WIB
Kompleks Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) blok gundih di Desa sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar, Kamis (9/4/2020) pagi sekitar pukul 09.40 WIB. Dokumen WargaKompleks Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) blok gundih di Desa sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar, Kamis (9/4/2020) pagi sekitar pukul 09.40 WIB.

BLORA, KOMPAS.com- PT Pertamina masih mendalami penyebab kebakaran  di area operasi Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2020) sekitar 09.40 WIB. Titik api diketahui berpusat  di area Thermal Oxidizer (TOX).

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menyampaikan, kebakaran di fasilitas tersebut bisa teratasi dalam kurun satu jam melalui teknis penanganan tim pemadaman internal sekitar pukul 10.45 WIB.

"Diterjunkan satu unit damkar internal karena semua hydrant berfungsi optimal," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di CPP Gundih Blora

Saat ini, operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan "shutdown" untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja di dalam area CPP Gundih juga sudah dievakuasi.

"Fire Truck 2 unit serta ambulance dan paramedic standby. Mohon doanya agar fasilitas CPP Gundih bisa segera beroperasi normal. Dan produksi gas sebesar 50 MMSCFD bisa kembali kita salurkan ke konsumen antara lain PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang dan PGN Jargas Blora dan Jargas Semarang," sebut Agus.

Untuk diketahui Kompleks Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) blok gundih di Desa sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar, Kamis (9/4/2020) sekitar 09.40 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Operasi CPP Gundih Blora Distabilisasi Pasca-kebakaran

Video yang mendokumentasikan kebakaran tersebut juga tersebar luas di media sosial termasuk pesan berantai di WhatsApp.

Dalam video itu terlihat api yang berkobar disertai asap hitam menyembur dari salah satu cerobong. Nampak para pekerja panik dengan berlari berhamburan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.