Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Kompas.com - 06/04/2020, 18:30 WIB
Satgas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia Yonif Raider 600 Modang bersama tim kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memeriksa suhu tubuh di pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka, Selasa (31/3/2020). IstimewaSatgas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia Yonif Raider 600 Modang bersama tim kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memeriksa suhu tubuh di pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka, Selasa (31/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat untuk mengarantina tenaga kerja Indonesia ( TKI) yang pulang dari Malaysia.

Saat ini pintu keluar masuk Sabah, Malaysia, terbesar melalui Kabupaten Nunukan.

Karena itu, Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan sedang menyiapkan skema karantina bagi TKI yang kembali dari Sabah guna menekan penyebaran Covid-19.

“Bapak Gubernur mengusulkan dibangunnya instalasi khusus karantina WNI yang pulang atau dipulangkan dari Malaysia," ungkap Karo Humas Pemprov Kaltim, Muhammad Mursid saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19 dari TKI, Gubernur Kaltara Surati Pejabat Malaysia Minta Deportasi Ditunda

Usulan itu, telah ditampung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat rapat koordinasi melalui video conference, Kamis pekan lalu.

Keberadaan instalasi karantina khusus ini, kata Mursid, akan memudahkan dan mengurangi beban pemerintah daerah dalam pembiayaan selama TKI selama masa karantina.

Pasalnya, selain memfasilitasi tempat penampungan, pemerintah daerah juga harus menyiapkan anggaran untuk makan-minum selama dikarantina.

“Ini cukup memberatkan. Makanya usulannya agar sharing, dari pemkab, pemprov dan pemerintah pusat untuk pendanaannya," jelas dia.

Baca juga: Satu Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Meninggal, Diduga Terpapar Anaknya yang Pulang dari Surabaya

Nantinya, para TKI akan ditampung di tempat khusus selama 14 hari untuk menunggu masa inkubasi virus corona.

“Kalau enggak ada terpapar silakan kembali ke kampung halaman. Kalau terpapar segera ditangani medis biar enggak menyebar,” pungkas dia.

Tercatat, hingga 30 Maret jumlah TKI dari Tawau, Sabah, Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Nunukan, Kaltara, mencapai 800 orang.

Dari jumlah itu, sekitar 200 orang telah kembali ke daerah asal ke Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan daerah lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X